AMBON — Aktivitas Tambang Rakyat Cinnabar di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dinilai tidak bisa hanya dipandang dari sisi persoalan dan penertiban. Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan SBB, Zain Syaiful Latukaisupy, menegaskan bahwa kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga yang menggantungkan pendapatan harian dari lokasi tambang.
Menurut Latukaisupy, di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan masih adanya kemiskinan ekstrem di Maluku, potensi tambang ini semestinya bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa kepentingan ekonomi harus berjalan seiring dengan keselamatan kerja dan ketertiban.
“Jangan karena kepentingan ekonomi kemudian keselamatan diabaikan. Kita ingin masyarakat bisa bekerja, tetapi bekerja dengan aman, tertib dan sesuai dengan aturan,” tegasnya kepada Siwalima.
Penutupan Sementara Jadi Momentum Pembenahan
Latukaisupy menilai penutupan sementara kawasan Cinnabar yang sempat diberlakukan harus dimanfaatkan sebagai momentum pembenahan menyeluruh. Ia menyebut sejumlah aspek perlu diprioritaskan, mulai dari pendataan penambang, penataan lokasi, pengawasan aktivitas, hingga jaminan keselamatan kerja.
“Yang kita cari adalah solusi. Masyarakat butuh makan, butuh pekerjaan dan butuh penghasilan. Karena itu, jangan hanya bicara tutup. Kita harus bicara setelah ditutup bagaimana masyarakat bisa hidup dan bagaimana tambang ini ke depan bisa ditata,” ujarnya.
Insiden Penambang Saat Penutupan Jadi Pelajaran
Menyinggung peristiwa meninggalnya seorang penambang saat proses pengosongan kawasan, Latukaisupy menyebut kejadian itu harus menjadi pelajaran serius. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban tetap beraktivitas di lokasi tambang meskipun telah ada perintah untuk mengosongkan area tersebut.
“Perintahnya jelas, kawasan harus dikosongkan. Kalau perintah itu ditaati, tentu risiko seperti ini bisa dihindari. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” katanya.
Ia juga mengingatkan tragedi serupa pada 2022 silam, ketika dua penambang meninggal dunia setelah tertimbun di lokasi tambang. Latukaisupy menegaskan kejadian serupa tidak boleh terulang, terutama jika masyarakat tetap memaksakan diri bekerja di kawasan yang sedang dalam status penertiban.
Manfaat Ekonomi Harus Berpihak ke Warga
Latukaisupy menegaskan DPRD tidak ingin kepentingan masyarakat penambang diabaikan. Rencana kunjungan lapangan yang dijadwalkan pada Jumat-Sabtu bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif mengenai kondisi tambang serta mendengar langsung kebutuhan warga di kawasan tersebut.
“DPRD mau turun melihat langsung. Kita mau dengar masyarakat, kita mau lihat kondisi tambang dan kita mau mencari solusi. Jangan sampai masyarakat hanya disuruh berhenti, tetapi tidak diberikan jalan keluar,” tandasnya.
Ia menambahkan, penataan Cinnabar ke depan harus diarahkan pada konsep yang memberi kepastian bagi masyarakat sekaligus mencegah kecelakaan dan konflik berulang. Menurutnya, jika tambang ini memang menjadi sumber penghidupan warga, maka tata kelolanya harus benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dengan tetap mengedepankan aspek legalitas, lingkungan, dan keselamatan.