TUAL — Pembukaan sidang berlangsung dengan tema "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" dan subtema "Hadirkanlah Kasih Kristus dalam Keluarga dan Masyarakat". Lewerissa menilai persidangan menjadi momentum bagi GPM mengevaluasi pelayanan sekaligus merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan kehidupan masyarakat.
Perjalanan GPM menuju satu abad pelayanan, menurut Lewerissa, harus menjadi kesempatan menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Pemerintah Provinsi Maluku, katanya, selalu terbuka untuk membangun kemitraan dengan gereja.
"Pemerintah Provinsi Maluku selalu terbuka untuk terus membangun kemitraan dengan GPM," ujar Lewerissa.
Pemerintah dan Gereja Dinilai Saling Melengkapi
Lewerissa menegaskan pemerintah dan gereja memiliki peran yang saling melengkapi. Pemerintah menjalankan fungsi melalui kebijakan pembangunan dan pelayanan publik, sementara gereja memperkuat iman, membina keluarga, serta menanamkan nilai kasih dan kepedulian sosial.
"Semua ini bukan persoalan yang dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, atau sebaliknya diserahkan kepada gereja dan keluarga. Kita perlu berjalan bersama, membangun sinergi dan kolaborasi," tegasnya.
Judi Online hingga Perceraian Jadi Sorotan
Gubernur menyoroti sejumlah tantangan sosial yang memengaruhi kehidupan keluarga dan generasi muda. Mulai dari judi online, narkoba, minuman keras, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kemiskinan, pengangguran, dan perceraian.
Lewerissa berharap GPM memperkuat pelayanan jemaat, pembinaan keluarga, dan pendampingan spiritual. Tujuannya agar masyarakat, terutama generasi muda, memiliki fondasi iman dan tanggung jawab sosial yang kuat.
Ia juga mendorong penerapan konsep Ecclesia Domestica atau gereja sebagai keluarga. Rumah tangga ditempatkan sebagai ruang penting untuk menumbuhkan iman, kasih, dan kepedulian, sehingga gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah tetapi juga kekuatan yang menopang masyarakat.
Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Ambon–Langgur
Selain persoalan sosial, Lewerissa menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap. Dampaknya terasa pada kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, dan transportasi udara.
Ia mencontohkan gangguan terhadap jadwal penerbangan Ambon–Langgur di tengah padatnya agenda strategis yang harus dilaksanakan. Karena itu, GPM diajak mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, melindungi kelompok rentan dari dampak kabut asap, dan segera melaporkan bila menemukan titik api.
"Pemerintah memperkuat koordinasi dalam penanganan dan pencegahan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran masyarakat," katanya.
Proyek Strategis Masela hingga Maluku Integrated Logistic Hub
Lewerissa mengajak GPM menjadi mitra pemerintah mempersiapkan masyarakat menghadapi proyek strategis di Maluku. Di antaranya pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, pembangunan Bendungan Way Apu, serta pengembangan Maluku Integrated Logistic Hub.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal, memperluas peluang usaha bagi UMKM, dan memastikan masyarakat memahami peluang maupun tantangan pembangunan.
"Masyarakat lokal harus dipersiapkan agar dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang pembangunan yang hadir di Maluku," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Dukungan untuk Undang-Undang Daerah Kepulauan
Gubernur juga mengharapkan dukungan GPM terhadap perjuangan pembentukan undang-undang tentang daerah kepulauan. Karakteristik geografis Maluku yang terdiri atas banyak pulau dan wilayah laut luas perlu diperhitungkan dalam kebijakan pendanaan, konektivitas, pelayanan publik, serta pembangunan.
Lewerissa berharap Sidang ke-46 MPL Sinode GPM tidak sekadar menjadi forum pengambilan keputusan organisasi. Forum ini dinilai perlu memperkuat komitmen pelayanan gereja dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menutup pesannya, Gubernur mengajak GPM merawat kerukunan, memperkuat solidaritas, dan menjaga persaudaraan sebagai fondasi kehidupan masyarakat Maluku. Melalui persidangan ini, GPM diharapkan semakin mantap menjalankan panggilan pelayanan menuju satu abad gereja sekaligus bersinergi dengan pemerintah.