LANGGUR — Keputusan memundurkan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 diambil agar peserta MPP AMGPM punya ruang istirahat yang cukup di sela agenda organisasi. Hanubun menyebut penyesuaian itu dibahas langsung dengan panitia dan Pengurus Besar AMGPM. "Panitia dan Pengurus Besar AMGPM, beta mundurkan jadwal kegiatan Festival Pesona Meti Kei untuk disesuaikan dengan waktu istirahat peserta," ujar Hanubun dalam pertemuan tersebut.
34 Pengurus Daerah Hadir di Ohoira
Pertemuan di Gereja Sumber Kasih, Ohoi Ohoira, dihadiri peserta yang berasal dari 34 pengurus daerah AMGPM di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Kehadiran delegasi dinilai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan antardaerah dan bertukar pengalaman. Hanubun memanfaatkan forum itu untuk memperkenalkan potensi wisata unggulan Maluku Tenggara, termasuk Pantai Ngurbloat atau Pasir Panjang yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya.
Efisiensi Anggaran Tak Menghentikan Dukungan Kegiatan Gerejawi
Dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah meski kebijakan efisiensi anggaran tengah berjalan. Pemkab Maluku Tenggara bersama Pemerintah Kota Tual berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan gerejawi sesuai kewenangan masing-masing. Hanubun menegaskan pembagian peran itu agar dukungan tetap tepat sasaran di tengah keterbatasan fiskal.
Pemuda Gereja Diminta Ambil Peran Jaga Kerukunan
Selain mempromosikan pariwisata, Hanubun mengajak pemuda gereja mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia berharap AMGPM tidak hanya berperan dalam pelayanan internal gereja, tetapi juga menjadi penggerak persatuan dan pemberi solusi atas persoalan sosial. "Sejalan dengan moto AMGPM, 'Kamu Adalah Garam dan Terang Dunia', saya berharap Angkatan Muda GPM terus mengambil peran nyata dalam menjaga persatuan, membangun toleransi, memperkuat karakter, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat," kata Hanubun.
Tema Satu Abad GPM Jadi Pengingat Pembaruan Organisasi
Tema GPM "Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM" disebut sebagai pengingat pentingnya penguatan pelayanan, pembaruan organisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda. Perjalanan menuju satu abad GPM dinilai perlu dimanfaatkan untuk memperkokoh komitmen pelayanan sekaligus memperluas kontribusi gereja dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.
Agenda MPP dan Sidang MPL di Tual
MPP XXXVII AMGPM Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Oktober 2026 di Ohoira Woma Bal Vu Aha, Kabupaten Maluku Tenggara. Setelah itu, Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) ke-46 Sinode GPM dijadwalkan pada 24–29 Oktober 2026 di Jemaat Tual, Kota Tual. Melalui kedua kegiatan tersebut, Hanubun berharap pemuda gereja memperkuat peran organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga nilai persaudaraan.
Nilai Ain ni Ain yang mencerminkan semangat persaudaraan masyarakat Kei diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis. Bagi Pemkab Maluku Tenggara, nilai itu sekaligus menjadi pintu memperkenalkan daerah dengan kekayaan budaya dan potensi pariwisata kepada peserta dari dua provinsi.