LANGGUR — Peninjauan yang dilakukan Wakil Bupati menyasar sejumlah titik yang akan menjadi pusat kegiatan, mulai dari ruang persidangan hingga fasilitas penunjang bagi peserta. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan, panitia, pemerintah ohoi, dan masyarakat diminta bergerak serentak memastikan seluruh kebutuhan peserta tersedia sebelum musyawarah dibuka.
Fasilitas hingga Pengamanan Jadi Perhatian Utama
Pemeriksaan tidak berhenti pada kesiapan ruang sidang. Viali juga menelusuri kesiapan akomodasi, transportasi, kebutuhan dasar, serta skema pengamanan yang akan diterapkan selama sepekan kegiatan berlangsung.
Menurutnya, kelancaran mobilitas peserta, keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan perlu diperhatikan, tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas.
"Ohoira harus siap. Ini wajah Maluku Tenggara di mata Maluku dan Maluku Utara," kata Viali saat meninjau lokasi persiapan.
Gubernur Dua Provinsi hingga Ratusan Utusan Dijadwalkan Hadir
MPP XXXVII AMGPM dijadwalkan dihadiri Gubernur Maluku, Gubernur Maluku Utara, serta pimpinan Sinode Gereja Protestan Maluku. Ratusan utusan AMGPM dari berbagai daerah juga akan datang ke Ohoira.
Pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan pelayanan bagi para tamu yang mengikuti agenda organisasi kepemudaan gereja tersebut. Penyelenggaraan MPP XXXVII AMGPM diharapkan menjadi kesempatan memperkenalkan keramahan masyarakat Maluku Tenggara dan nilai kebersamaan Ain Ni Ain kepada para peserta dari Maluku dan Maluku Utara.
Gotong Royong Warga Ohoira Warnai Persiapan
Masyarakat Ohoi Ohoira terlibat dalam persiapan melalui kegiatan gotong royong. Pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri, panitia, dan warga setempat terus mengoordinasikan kebutuhan menjelang pembukaan musyawarah.
Peninjauan Wakil Bupati turut dihadiri Camat Kei Kecil Barat, Ketua Majelis Jemaat Ohoira, Kepala Ohoi Ohoira, serta tokoh masyarakat setempat.