Pencarian

Cabai Langka di Maluku, Pemprov Datangkan Pasokan dari Luar Daerah Lewat Fasilitasi Distribusi Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 14:32:01 WIB
Cabai Langka di Maluku, Pemprov Datangkan Pasokan dari Luar Daerah Lewat Fasilitasi Distribusi Pangan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Inawati Bin Tahir menyatakan kelangkaan cabai lokal dipicu musim panas berkepanjangan.

AMBON — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Inawati Bin Tahir menyatakan kelangkaan cabai lokal dipicu musim panas berkepanjangan yang memukul produksi di sentra pertanian. Kondisi itu membuat pasokan di pasaran menipis dan harga melonjak.

Untuk meredam dampaknya, Pemprov Maluku berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku mendatangkan cabai dari luar daerah. Skema yang dipakai adalah fasilitasi distribusi pangan (FDP).

Sentra Cabai di Buru dan Pulau Seram Terdampak

Inawati menyebut berkurangnya produksi cabai terjadi terutama di Kabupaten Buru dan Pulau Seram. Kedua wilayah itu selama ini menjadi pemasok utama kebutuhan cabai di Maluku.

“Melalui fasilitasi distribusi pangan (FDP), pemerintah berupaya memperlancar pasokan cabai sekaligus mengantisipasi dampak El Nino terhadap ketersediaan dan harga pangan,” kata Inawati, Rabu (21/10/26).

Pernyataan itu disampaikan saat menjelaskan langkah pemerintah menghadapi tekanan harga pangan di daerah.

Cadangan Pangan hingga Gerakan Pangan Murah

Selain cabai, Pemprov Maluku memperkuat cadangan pangan daerah. Pemerintah juga menjaga kelancaran distribusi antarpulau agar pasokan bahan pokok tidak tersendat.

Gerakan Pangan Murah (GPM) dioptimalkan supaya masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Program itu menyasar warga yang paling terpukul oleh kenaikan harga.

Dorong Pangan Lokal: Sagu, Umbi, dan Jagung

Pemerintah mendorong pemanfaatan pangan lokal seperti sagu, umbi-umbian, dan jagung. Langkah itu untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

Diversifikasi pangan dinilai penting agar Maluku tidak bergantung pada satu komoditas yang rentan terhadap cuaca ekstrem.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal volume pasokan cabai yang didatangkan maupun perkiraan durasi musim panas yang melanda wilayah tersebut.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: arikamedia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks