AMBON — Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku, M. Rizal Latuconsina, menyatakan pemerintah daerah akan membiayai pelatihan melalui APBD. Menurutnya, sertifikasi menjadi bekal dasar agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di Blok Masela.
"Sertifikasi ini menjadi salah satu bekal dasar bagi tenaga kerja lokal untuk bisa bekerja di Blok Masela. Karena itu, kompetensi dan sertifikasi harus disiapkan agar anak-anak daerah mampu bersaing," kata Rizal di Ambon, Jumat (16/10/2026).
Keterbatasan Anggaran Dorong Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi
Rizal menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat Disnakertrans memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan. Penyiapan tenaga kerja juga membutuhkan keterlibatan pemerintah kabupaten dan perusahaan pelaksana proyek.
Pemprov Maluku terus berkoordinasi dengan perusahaan dan konsorsium proyek, termasuk PT Pertamina. Koordinasi ini untuk mendorong penyerapan tenaga kerja lokal sesuai kompetensi dan kebutuhan pekerjaan.
Kesempatan Kerja Dibuka untuk Warga Tanimbar hingga Maluku Barat Daya
Menurut Rizal, kesempatan kerja perlu terbuka bagi putra-putri Maluku. Cakupannya meliputi Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai lokasi proyek, Maluku Barat Daya, maupun kabupaten lainnya.
Ia mendorong pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan mempercepat pelatihan serta sertifikasi. Tujuannya agar tenaga kerja lokal memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
Manfaat Ekonomi Harus Terasa Sejak Konstruksi hingga Produksi
Keterlibatan tenaga kerja lokal, lanjut Rizal, perlu diperhatikan sejak tahap konstruksi hingga produksi Blok Masela. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari investasi tersebut dapat dirasakan masyarakat Maluku.
Penyiapan kompetensi menyasar dua jenis pelatihan: K3 umum serta K3 bidang minyak dan gas bumi. Keduanya menjadi syarat dasar bagi tenaga kerja yang akan masuk ke lingkungan proyek migas.