Pencarian

81 Tahun Maluku: Negeri Rempah yang Belum Menikmati Kekayaan Sendiri, Refleksi di HUT ke-81

Rabu, 19 Agustus 2026 • 10:02:01 WIB
81 Tahun Maluku: Negeri Rempah yang Belum Menikmati Kekayaan Sendiri, Refleksi di HUT ke-81
Ratusan warga menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Provinsi Maluku di Ambon, Maluku, (tanggal).

AMBON — Usia 81 tahun menjadi momentum bagi masyarakat Maluku untuk kembali bertanya tentang arah pembangunan daerah. Provinsi yang ditetapkan sebagai salah satu yang pertama di Republik Indonesia ini masih bergulat dengan masalah klasik: kekayaan alam yang melimpah belum berbanding lurus dengan kesejahteraan warganya.

Refleksi tajam disampaikan oleh Dino Umahuk, penulis, jurnalis senior, dan sastrawan nasional. Ia menyebut ada paradoks yang terasa getir setiap kali Maluku merayakan ulang tahunnya.

Paradoks Negeri Rempah: Dunia Kaya, Maluku Tertinggal

Sejarah mencatat, bangsa-bangsa Eropa berlayar ribuan mil ke kepulauan ini demi cengkih dan pala. Rempah-rempah Maluku bahkan menjadi pemicu perebutan kekuasaan dan awal mula kolonialisme di Nusantara.

"Dunia menjadi kaya karena rempah Maluku, sementara orang Maluku sendiri tidak otomatis menjadi kaya karenanya," tulis Dino dalam analisisnya.

Kekayaan itu, menurutnya, tidak berhenti pada sejarah. Maluku memiliki laut yang luas, tanah subur, hutan, perikanan, energi, hingga pariwisata dan kekayaan hayati yang luar biasa.

Pertanyaan Dasar yang Belum Terjawab

Setelah delapan dekade lebih, pertanyaan paling sederhana justru masih menggantung. Mengapa negeri sekaya ini belum mampu membuat rakyatnya sejahtera?

Dino menegaskan bahwa usia 81 tahun seharusnya cukup panjang bagi sebuah daerah untuk membangun kematangan, menciptakan kesejahteraan, dan menemukan arah. Namun, ia menilai Maluku justru terlalu lama "kaya dalam cerita, tetapi miskin dalam kenyataan."

Pernyataan ini menjadi pengingat di tengah euforia peringatan hari jadi, bahwa evaluasi mendasar terhadap pengelolaan sumber daya alam dan dampaknya bagi masyarakat lokal adalah pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks