AMBON — Upaya menekan angka stunting di Kota Ambon tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Organisasi profesi, pemerintah daerah, dan pihak swasta mulai merapatkan barisan lewat aksi nyata di lapangan, salah satunya pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang baru berlangsung di Puskesmas Rumah Tiga.
dr. Janne Pattiasina, Sp.OG, menyebut persoalan stunting adalah tanggung jawab kolektif. Menurutnya, POGI memiliki kewajiban moral untuk turut campur dalam pencegahan dan penanganan, tidak sekadar menunggu instruksi dari dinas terkait.
“Stunting ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tugas kita semua. POGI juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” kata Janne saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (22/8/2026).
Pencegahan Dimulai Sejak Sebelum Kehamilan
Janne menjelaskan, intervensi yang dilakukan POGI berfokus pada pendekatan promotif dan preventif. Upaya tersebut menyasar tiga fase penting: sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Fase tersebut menjadi penentu utama tumbuh kembang anak. Jika kesehatan ibu pada masa-masa kritis itu terabaikan, risiko melahirkan generasi stunting semakin besar.
“Perhatian terhadap kesehatan ibu menjadi salah satu bagian penting dalam memutus mata rantai stunting,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kerja sama antara POGI, Pemkot Ambon, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan swasta dinilai harus terus diperkuat. Tanpa kolaborasi yang solid, program pencegahan berisiko berjalan parsial dan tidak berkelanjutan.
Janne menekankan bahwa edukasi bagi calon ibu dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bersama. Semua elemen itu saling terhubung dan tidak bisa ditangani sendiri-sendiri.
“Dengan adanya dukungan dari POGI dan seluruh pihak yang terlibat, kita berharap angka stunting di Kota Ambon dapat terus ditekan,” tuturnya.
POGI Buka Ruang Kolaborasi Lebih Luas
POGI Wilayah Maluku menyatakan siap membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah dan swasta dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak. Langkah ini diambil untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kota Ambon secara signifikan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama memberikan kontribusi sesuai dengan tugas dan kapasitas masing-masing. Kalau semua pihak bergerak bersama, tentu upaya menekan stunting akan lebih maksimal,” tandas Janne.