Pencarian

Pemkot Ambon Pasang Trash Boom di Tiga Sungai untuk Jaring Sampah, Wali Kota Sebut Perilaku Warga Kunci Utama

Jumat, 21 Agustus 2026 • 13:19:01 WIB
Pemkot Ambon Pasang Trash Boom di Tiga Sungai untuk Jaring Sampah, Wali Kota Sebut Perilaku Warga Kunci Utama
Trash boom dipasang di tiga sungai yang melintasi Kota Ambon untuk menjaring sampah sebelum mencapai muara.

AMBON — Upaya menanggulangi persoalan sampah di Kota Ambon tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menyatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk pemasangan trash boom di sejumlah sungai.

Hal itu disampaikannya di sela kegiatan Kolaborasi Gerakan Lingkungan Berkelanjutan di Ruang Vlissingen, Balai Kota Ambon, Kamis (20/8/2026). Menurut Bodewin, karakter persoalan perkotaan seperti sampah, kawasan kumuh, hingga kemacetan sangat kompleks dan tidak mungkin dituntaskan pemerintah seorang diri.

Trash Boom Dipasang di Tiga Titik Sungai

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pemasangan trash boom di tiga sungai yang melintasi Kota Ambon. Alat ini berfungsi menjaring sampah yang terbawa arus sebelum mencapai muara dan mencemari laut.

“Sesungguhnya masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, kita terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi Kota Ambon,” ujar Bodewin dalam keterangannya.

Perilaku Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan

Pemkot Ambon terus berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan persampahan, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia maupun penyediaan infrastruktur pendukung. Namun, Bodewin mengingatkan bahwa kemampuan pemerintah mengangkut sampah memiliki keterbatasan.

Tanpa diiringi kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, kata dia, fasilitas yang dibangun tidak akan optimal. "Perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah" disebutnya sebagai faktor penentu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi sekalipun.

Keterlibatan Komunitas dan Dunia Usaha

Kolaborasi yang dimaksud tidak hanya melibatkan aparatur sipil negara. Komunitas peduli lingkungan, akademisi, hingga dunia usaha diharapkan ikut mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan kota.

Langkah ini dinilai penting mengingat Ambon sebagai kota pesisir sangat rentan terhadap dampak pencemaran sampah plastik. Jika pengelolaan dilakukan secara gotong royong, beban pemerintah dalam penanganan sampah bisa berkurang signifikan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks