Pencarian

BPPP Ambon Siapkan Laboratorium Bahasa Jepang, Target Cetak SDM Perikanan Siap Kerja di Negeri Sakura Mulai 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:30:01 WIB
BPPP Ambon Siapkan Laboratorium Bahasa Jepang, Target Cetak SDM Perikanan Siap Kerja di Negeri Sakura Mulai 2026
BPPP Ambon menyiapkan laboratorium Bahasa Jepang untuk mendukung calon tenaga kerja perikanan Maluku.

Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk menyiapkan tenaga kerja kelautan dan perikanan asal Maluku agar mampu bersaing di pasar kerja Jepang. Kolaborasi ini dijadwalkan berjalan mulai 2026 dengan fokus pada pengembangan kemampuan bahasa Jepang dan penguatan fasilitas pelatihan.

AMBON — BPPP Ambon tengah menyiapkan laboratorium Bahasa Jepang yang akan menjadi pusat pembelajaran sekaligus sertifikasi bagi calon tenaga kerja dari kawasan timur Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari proyek kolaborasi dengan JICA yang akan dimulai pada 2026.

Kepala BPPP Ambon Abubakar mengatakan, kerja sama ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membekali peserta didik dengan kompetensi bahasa asing agar memiliki peluang bekerja di Jepang.

"Kerja sama ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga menyiapkan SDM agar memiliki kompetensi dan kemampuan bahasa Jepang sehingga mereka memiliki peluang bekerja di Jepang," kata Abubakar di Ambon, Sabtu.

Fokus Proyek: dari Pemetaan Kebutuhan hingga Sertifikasi

Tim ahli JICA telah melakukan kunjungan awal ke BPPP Ambon untuk melihat kondisi fasilitas yang tersedia serta mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pengembangan program. Abubakar menegaskan, proses ini dimulai dari pemetaan kebutuhan agar program yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.

"Jadi ini dimulai dari pemetaan kebutuhan. Kita ingin program yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan BPPP Ambon serta calon tenaga kerja yang akan mengikuti pelatihan," ujarnya.

Kosakata Teknis Perikanan Menjadi Materi Kunci

Selain penguasaan bahasa percakapan sehari-hari, proyek kerja sama ini juga mencakup penyusunan daftar kosakata dasar khusus bidang perikanan. Materi ini dinilai krusial karena calon tenaga kerja harus memahami istilah teknis yang digunakan di lingkungan kerja perikanan di Jepang.

JICA juga akan menempatkan tenaga ahli untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas pengajar. Saat ini, BPPP Ambon telah menyiapkan dua instruktur dan dua guru dari SUPM Waiheru untuk mengikuti pembelajaran Bahasa Jepang hingga November 2026.

"Mereka yang disiapkan ini nantinya diharapkan dapat menjadi pengajar dan mendukung proses sertifikasi Bahasa Jepang, sehingga kita memiliki SDM lokal yang mampu melanjutkan program ini," kata Abubakar.

Maluku Punya Basis Tenaga Kerja Kelautan yang Besar

Abubakar menilai kerja sama ini memiliki arti strategis bagi Maluku, yang memiliki basis pendidikan dan tenaga kerja kelautan dan perikanan cukup besar. Ia berharap lulusan dari Maluku tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga bisa mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

"Kita ingin lulusan dari Maluku tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri," jelasnya.

Penguatan fasilitas di BPPP Ambon akan terus dilakukan hingga 2027 melalui dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Targetnya, BPPP Ambon menjadi pusat pelatihan kemaritiman yang menghasilkan SDM bersertifikasi dan diakui, sehingga peluang lulusannya masuk ke pasar kerja internasional semakin terbuka.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks