Pencarian

Hanya Tersisa 4 Perajin, Kerajinan Gerabah Suram Tam di Kota Tual Terancam Punah

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:17:31 WIB
Hanya Tersisa 4 Perajin, Kerajinan Gerabah Suram Tam di Kota Tual Terancam Punah
Empat perajin gerabah Suram di Desa Tam, Kota Tual, masih bertahan melestarikan warisan budaya yang terancam punah.

TUAL — Umur kerajinan gerabah Suram khas Desa Tam, Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Maluku, kini berada di ujung tanduk. Regenerasi perajin nyaris terhenti total, dan jika tidak ada anak muda yang bersedia belajar, warisan budaya ini akan tinggal nama.

Dari sekian banyak perajin yang dahulu aktif, kini hanya empat orang yang masih memproduksi Suram secara manual. Usia mereka rata-rata sudah menginjak 50 tahun ke atas, sebuah tanda bahaya bagi keberlangsungan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun ini.

Minat Generasi Muda Pudar, PNS Dianggap Lebih Menjanjikan

Peralihan profesi menjadi pegawai pemerintahan disebut menjadi biang keladi mandeknya regenerasi. Pekerjaan di sektor birokrasi dianggap menawarkan penghasilan tetap dan masa depan yang lebih pasti dibandingkan menjadi perajin tanah liat yang mengandalkan pesanan yang tidak menentu.

Kondisi ini memprihatinkan karena Suram bukan sekadar barang dagangan, melainkan identitas masyarakat Tam yang telah hidup selama puluhan tahun. Produk gerabah ini adalah bagian dari denyut nadi ekonomi dan budaya lokal yang kini perlahan ditinggalkan.

Ditekuni Sejak 1967, Kini Menanti Penerus

Siti Johora Elwaan (60) menjadi saksi betapa gigihnya para pendahulu menjaga tradisi ini. Ia mengaku sudah menggeluti pembuatan gerabah sejak masih duduk di bangku sekolah, tepatnya mulai tahun 1967.

Puluhan tahun berlalu, keterampilan yang dulu menjadi mata pencaharian utama warga itu kini berhadapan dengan kerasnya perubahan zaman. Siti dan tiga perajin lainnya masih bertahan, tetapi tanpa ada regenerasi, keahlian mereka akan hilang seiring berjalannya waktu.

Pemerintah Kota Tual dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah nyata untuk menjembatani transfer pengetahuan dari generasi tua ke generasi muda sebelum semuanya terlambat. Tanpa intervensi serius, Suram hanya akan menjadi cerita masa lalu yang dikenang, bukan lagi kerajinan hidup yang menghidupi masyarakat Tam.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks