AMBON — Upaya menjaga kebersihan Teluk Ambon dari limbah sungai bakal diperkuat. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengungkapkan pemerintah kota akan menambah titik pemasangan trash boom di sembilan sungai yang melintasi wilayahnya.
Sebelumnya, Pemkot Ambon bersama komunitas Clean Rivers telah memasang tiga trash boom di muara Sungai Wairuhu, Waitomu, dan Waiheru. Alat penahan ini dinilai efektif mengurangi sampah yang terbawa arus sungai sebelum masuk ke laut.
Perubahan Perilaku Warga Jadi Kunci Utama
Bodewin menegaskan bahwa infrastruktur semata tidak cukup menyelesaikan persoalan sampah. Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dan selokan masih menjadi tantangan terbesar di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.
"Kalau masih ada perilaku membuang sampah di sungai dan selokan, maka masalah sampah di Kota Ambon tidak akan selesai. Karena itu, membangun kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari upaya kita," ujar Bodewin di Ambon, Jumat.
Penanganan Sampah Tidak Bisa Sendirian
Persoalan sampah di Ambon disebutnya kompleks, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh. Mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga penyediaan infrastruktur persampahan yang memadai.
Pemkot Ambon pun terus mendorong keterlibatan berbagai elemen, mulai dari komunitas, dunia usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya. "Sesungguhnya masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri. Karena itu, kita terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mencari solusi," kata Bodewin.
Penanganan sampah juga harus dimulai dari sumbernya. Pemerintah tidak hanya bertanggung jawab mengangkut dan mengelola sampah, tetapi membutuhkan dukungan masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari lingkungan masing-masing.
Apresiasi untuk Pegiat Lingkungan
Dalam kesempatan itu, Bodewin mengapresiasi kerja keras pegiat lingkungan, termasuk Wutmaili Romuty atau yang akrab disapa Bung Uce, peraih penghargaan Kalpataru 2026, serta komunitas The Ocean Club.
"Kalau banyak orang dan banyak pihak yang mau berupaya seperti Bung Uce, saya yakin persoalan sampah ini bisa kita minimalisir. Kita tidak saja menikmati kehidupan di kota hari ini, tetapi kita punya tanggung jawab yang baik bagi generasi yang akan datang," ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. "Mari kita semua jaga alam, mulai dari diri kita," pungkas Bodewin.