AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pembangunan di provinsi kepulauan ini harus berlandaskan data akurat, bukan asumsi. Hal itu disampaikannya saat meluncurkan portal Lawamena Satu Data Maluku di Ambon, Senin.
“Dengan data yang akurat, pemerintah mampu merancang kebijakan yang tepat, efisien, dan terukur,” kata Lewerissa dalam sambutannya.
Ia menyebut persoalan klasik yang selama ini dihadapi daerah adalah perbedaan data antarinstansi. Dampaknya, perencanaan tidak optimal, penganggaran kurang tepat sasaran, hingga evaluasi pembangunan kehilangan dasar yang kuat.
Empat Jenis Data dalam Satu Portal Terpadu
Lawamena Satu Data menghadirkan integrasi berbagai data sektoral—pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pertanian, hingga investasi—dalam satu sistem. Portal ini juga dilengkapi fitur data spasial dan sistem kendali mutu untuk memetakan kondisi riil masyarakat di wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil.
Dalam pengelolaannya, terdapat empat jenis data: data strategis untuk gubernur dan wakil gubernur, data taktis bagi pejabat eselon II, data operasional untuk pejabat eselon III, serta data publik yang bisa diakses masyarakat umum mulai 25 Mei 2026.
Dukungan Australia dan Integrasi dengan Sistem Nasional
Minister Counsellor Governance and Human Development Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, menyebut portal ini sebagai langkah konkret dalam menerjemahkan tujuan nasional penguatan satu data di Indonesia. “Program ini bisa memperkuat tata kelola data untuk perencanaan pembangunan di Maluku,” ujarnya.
Menurut Tim, Lawamena dikembangkan bukan sekadar sebagai portal data, melainkan sebagai ekosistem terintegrasi yang menghubungkan data sektoral, statistik, serta dashboard dalam satu sistem. Portal tersebut juga telah terintegrasi dengan Sistem Data Pembangunan Daerah Nasional (SDPDN) Kementerian Dalam Negeri melalui mekanisme pertukaran data standar.
Imbauan ke Seluruh Kabupaten dan Kota
Gubernur Lewerissa mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Maluku untuk terlibat aktif dalam penyelenggaraan satu data melalui portal Lawamena. “Agar arah kebijakan Provinsi Maluku sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Kehadiran portal ini diharapkan mampu menjadi fondasi perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan terukur di Maluku, sekaligus mengakhiri fragmentasi data yang selama ini menjadi keluhan di berbagai daerah.