LANGGUR — Kepengurusan baru BKMT Maluku Tenggara periode 2026-2030 telah resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Minggu (14/6/2026). Prosesi pengukuhan ini digabung dengan Rakerda 2026, menjadikannya forum perencanaan sekaligus konsolidasi organisasi.
Acara tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, perwakilan organisasi perempuan, serta anggota majelis taklim dari berbagai wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan posisi strategis BKMT dalam ekosistem sosial keagamaan di daerah kepulauan tersebut.
Program Prioritas: Pendidikan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan
Melalui Rakerda 2026, BKMT menargetkan lahirnya program-program yang langsung menyentuh kebutuhan umat. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas kehidupan beragama, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.
Organisasi yang mewadahi majelis taklim se-Kabupaten Maluku Tenggara ini juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Sinergi itu dinilai penting untuk membangun masyarakat yang religius sekaligus harmonis di tengah keberagaman.
Mengapa Momentum Ini Krusial bagi Maluku Tenggara?
Pelantikan dan Rakerda yang digelar serempak memberi sinyal bahwa BKMT ingin memulai periode baru dengan peta jalan yang jelas. Tanpa program yang terukur, organisasi kerap kesulitan menunjukkan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial.
Kepengurusan yang baru dilantik diharapkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Dengan perencanaan yang matang, BKMT diyakini semakin berkontribusi dalam mendukung pembangunan sosial dan keagamaan di Kabupaten Maluku Tenggara.