Pencarian

Sehari Berkorban di Unpatti Kumpulkan Rp309,6 Juta untuk Gereja Kampus, Target Rampung Desember 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 • 15:04:01 WIB
Sehari Berkorban di Unpatti Kumpulkan Rp309,6 Juta untuk Gereja Kampus, Target Rampung Desember 2026
Panitia pembangunan mencatat donasi Sehari Berkorban di Unpatti mencapai Rp309,6 juta untuk pembangunan gereja kampus.

AMBON — Penggalangan dana bertajuk Sehari Berkorban di lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) membukukan hasil fantastis. Panitia pembangunan mencatat total donasi mencapai Rp309,6 juta, ditambah bantuan material bangunan yang langsung diserahkan para dekan dan mitra kampus.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Kampus Unpatti, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd., mengonfirmasi capaian tersebut usai ibadah bersama di kampus, Rabu (5/8/2026). Menurutnya, dana yang terkumpul akan mempercepat penyelesaian konstruksi gedung gereja yang selama ini dibangun secara bertahap.

Transparansi Penggunaan Dana Disampaikan ke Para Dekan

Dalam laporannya, Nur Aida tidak hanya memaparkan hasil akumulasi donasi. Ia juga merinci pertanggungjawaban kegiatan Sehari Berkorban periode Oktober yang secara khusus menghimpun dana lebih dari Rp59 juta.

Rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana tersebut sengaja diserahkan langsung kepada para dekan. Langkah ini ditempuh panitia sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang umat, sekaligus menjaga kepercayaan sivitas akademika.

Rektor: Gereja Kampus Jadi Pusat Pembinaan Rohani

Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menegaskan bahwa pembangunan gereja bukan sekadar fisik bangunan. Ia menyebut rumah ibadah itu kelak menjadi pusat pembinaan kerohanian bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

“Dukungan dalam bentuk dana, material, tenaga, maupun doa merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian sivitas akademika dalam membangun rumah ibadah yang nantinya menjadi pusat pembinaan kerohanian bagi warga Universitas Pattimura,” jelas Rektor.

Ibadah Bersama hingga Lelang Lagu Meriahkan Penggalangan Dana

Rangkaian kegiatan Sehari Berkorban tidak hanya berisi pengumpulan amplop persembahan. Panitia juga menggelar ibadah bersama yang dipimpin Pdt. Elza Kitu Homa/Persulessy, S.Si., dengan pesan inti tentang memberi sebagai ungkapan syukur.

Suasana semakin hidup dengan penjualan kue dan lelang lagu yang berlangsung meriah. Antusiasme peserta terlihat tinggi, menjadikan momen ini perpaduan antara ibadah, kebersamaan, dan aksi sosial nyata.

Nur Aida mengajak alumni serta pihak eksternal untuk terus berkontribusi. “Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan menjadi bagian penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan gereja,” katanya.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks