AMBON — Universitas Pattimura mengirimkan dua tim dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ke ajang NESCO 3. Keduanya pulang membawa medali dari kategori yang berbeda, yakni Pangan serta Hukum dan Politik.
Kompetisi berlangsung di Bali pada 19–20 September 2026, diselenggarakan Pusat Riset Siswa, Mahasiswa, dan Akademisi (PRISMA) bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Total peserta mencapai 643 orang yang tergabung dalam 444 tim dari 60 perguruan tinggi di Indonesia.
Esai SATAPA: Satu Rumah Satu Petak Pangan dari Seram Utara Timur Kobi
Pada kategori Pangan, Delon Alexander Renwarin dari Fakultas Hukum bersama Arman dari FISIP meraih Bronze Medal. Esai mereka berjudul "SATAPA (Satu Rumah Satu Petak Pangan): Inovasi Pembangunan Desa Mandiri Pangan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi untuk Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas."
Gagasan SATAPA menawarkan pendekatan berbasis rumah tangga untuk membangun kemandirian pangan desa. Konsep ini menyasar Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, salah satu wilayah di Maluku yang memiliki lahan pertanian potensial namun belum tergarap optimal.
Haidar Pattilouw Angkat Meritokrasi Kultural dan Konflik Pemilihan Raja Negeri
Mahasiswa FISIP Unpatti Haidar Ahmad Pattilouw meraih Silver Medal kategori Hukum dan Politik. Esainya berjudul "Hegemoni Negara dan Matinya Otonomi Asli: Meritokrasi Kultural Sebagai Resolusi Konflik Pemilihan Raja di Negeri di Maluku."
Haidar menuturkan keikutsertaannya di NESCO 3 bukan semata mengejar penghargaan. Baginya, forum itu menjadi ruang bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai kampus.
"Mengikuti NESCO 3 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya mendapatkan kesempatan untuk beradu gagasan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia, sekaligus saling sharing dan bertukar pengalaman," ujarnya.
FISIP Unpatti Sebut Prestasi Hasil Kerja Keras dan Keberanian Berargumen
Dosen pendamping sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unpatti, Mike J. Rolobessy, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu lahir dari proses persiapan panjang yang dijalani mahasiswa.
"Prestasi yang diraih mahasiswa FISIP Unpatti dalam NESCO 3 merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian mereka dalam menyampaikan gagasan di tingkat nasional," kata Mike.
Dua medali ini menambah catatan keikutsertaan mahasiswa Unpatti di kompetisi akademik tingkat nasional. Tema yang diusung kedua tim menyentuh isu pangan, pembangunan desa, hukum, politik, hingga kehidupan sosial masyarakat Maluku.