MALUKU — Rizky Ridho membeberkan kronologi batalnya agenda FIFA Matchday Timnas Indonesia pada November 2026. Rencana uji coba melawan Yordania dan Kuwait gagal terwujud setelah sejumlah pemain menolak bermain di Amman karena alasan keamanan. Skuad Garuda akhirnya hanya menjalani pemusatan latihan di Bali tanpa pertandingan.
Ridho menuturkan, rencana awal sempat terganggu setelah sejumlah pemain menyampaikan keberatan bermain di Amman, Yordania. Alasan yang disampaikan berkaitan dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Penolakan Pemain Bermain di Amman Jadi Titik Awal Perubahan
Keberatan para pemain membuat PSSI dan tim pelatih bergerak mencari opsi lain. Muncul rencana pemusatan latihan di Siprus, dengan skenario menjalani pertandingan di Yordania sekaligus menghadapi Kuwait di Siprus.
Namun rencana itu kembali berubah. Salah satu pihak yang terlibat tidak bersedia bermain di Siprus, sehingga skenario pertandingan di sana urung dijalankan.
Opsi menggelar laga di Turki juga sempat dibahas sebagai alternatif. Hingga akhirnya Timnas Indonesia memutuskan memusatkan latihan di Bali tanpa agenda uji coba.
Semua Opsi Sudah Dijajaki, Bali Jadi Pilihan Terakhir
Ridho menegaskan bahwa PSSI, tim pelatih, dan para pemain sudah berusaha semaksimal mungkin mencari lawan tanding. Ia menyebut berbagai kemungkinan telah dijajaki sebelum keputusan akhir diambil.
Meski tanpa pertandingan, pemusatan latihan di Bali diharapkan tetap memberi manfaat bagi skuad Garuda. Agenda tersebut dinilai bisa dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan kekompakan tim.
Bagi Timnas Indonesia, absennya uji coba pada jendela FIFA Matchday November 2026 berarti hilangnya kesempatan menguji taktik dan komposisi pemain jelang agenda kompetisi berikutnya. Pemusatan latihan di Bali menjadi pengganti yang tersedia.
Dampak bagi Persiapan Skuad Garuda
Keputusan bermain tanpa uji coba membuat tim pelatih harus memutar otak memaksimalkan waktu latihan. Sesi di Bali menjadi ajang konsolidasi internal ketimbang evaluasi performa lewat pertandingan resmi.
Ridho menyampaikan hal itu sebagai bentuk transparansi kepada publik soal proses di balik layar. Ia memastikan seluruh pihak telah berupaya maksimal sebelum menerima kenyataan agenda FIFA Matchday kali ini batal digelar.