SERAM BAGIAN BARAT — Bantuan diserahkan langsung ke TPQ At Taqwa yang setiap hari menjadi tempat sekitar 100 santri belajar membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Sinergi LAZNAS BMH Maluku dengan Kang Maman, JNE, dan mahasiswa KKN UIN AM Sangadji Ambon menyasar kebutuhan dasar pembelajaran keagamaan di pulau kecil yang jauh dari pusat kota.
Mengapa Mushaf Baru Disebut Penting bagi Santri Pulau Buano
Bagi para santri, hadirnya mushaf baru dan songkok menjadi penyemangat untuk semakin giat mengaji, memperbaiki bacaan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak dini. Dukungan terhadap pendidikan Al-Qur'an dinilai menjadi bagian dari komitmen menghadirkan kebaikan hingga ke wilayah yang membutuhkan.
"Terima kasih kepada JNE, BMH, dan Kang Maman. Semoga setiap mushaf yang dibaca, setiap ayat yang dipelajari, dan setiap santri yang tumbuh mencintai Al-Qur'an, insyaallah menjadi bagian dari amal kebaikan yang terus mengalir," ujar Ketua KKN UIN AM Sangadji Ambon, Roy Paulin Tomagola.
Roy menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata mahasiswa untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di lokasi pengabdian.
Komitmen BMH Maluku di Wilayah Pelosok
Kepala Perwakilan LAZNAS BMH Maluku, Supriyanto, menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan Al-Qur'an merupakan bagian dari komitmen BMH untuk menghadirkan kebaikan hingga ke wilayah yang membutuhkan.
"Semoga mushaf Al-Qur'an yang disalurkan ini menjadi teman belajar para santri, menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur'ani, dan membawa keberkahan bagi para donatur serta semua pihak yang terlibat," ungkapnya.
Dua TPQ Lain di Pulau Buano Masih Menunggu Bantuan
Kebutuhan pendidikan Al-Qur'an di Pulau Buano masih cukup besar. Terdapat dua TPQ lainnya yang belum mendapatkan bantuan karena keterbatasan stok mushaf Al-Qur'an dan perlengkapan yang tersedia.
LAZNAS BMH Maluku berharap sinergi bersama mahasiswa, masyarakat, dan para donatur dapat terus diperkuat. Harapannya, semakin banyak TPQ di wilayah pelosok yang merasakan manfaat program tebar Al-Qur'an.