Pencarian

Mahasiswa KKN Unpatti Latih Warga Negeri Haria Olah Ikan Asap Pakai Teknologi Asap Cair

Sabtu, 31 Oktober 2026 • 12:01:01 WIB
Mahasiswa KKN Unpatti Latih Warga Negeri Haria Olah Ikan Asap Pakai Teknologi Asap Cair
Warga Negeri Haria mengikuti pelatihan pengolahan ikan asap dengan teknologi asap cair di TPI Negeri Haria.

MASOHI — Program KKN Angkatan LIII Gelombang I Periode Oktober–November 2026 Unpatti menyasar pelaku usaha pengolahan ikan di Negeri Haria. Kegiatan di TPI Negeri Haria itu menggabungkan pemaparan materi dengan praktik langsung, mulai dari perendaman ikan dalam larutan asap cair hingga pengemasan produk.

Peserta pelatihan adalah warga yang sehari-hari mengolah ikan asap, didampingi pemerintah negeri dan dosen pembimbing lapangan. Materi disampaikan dua akademisi Unpatti dari bidang teknologi hasil perikanan dan pengelolaan KKN.

Mengapa Pengasapan Tradisional Mulai Ditinggalkan

Ketua Pengelola KKN Unpatti sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Jusuf Leiwakabessy, M.S., menyebut pengasapan ikan yang masih memakai kayu mangrove atau bakau berpotensi mengancam kelestarian ekosistem mangrove bila dilakukan terus-menerus. Pembakaran langsung yang tidak terkontrol juga berisiko memengaruhi keamanan pangan akibat paparan senyawa hasil pembakaran, termasuk tar.

"Teknologi asap cair dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kualitas produk olahan ikan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu bakar dalam pengasapan tradisional," kata Jusuf.

Asap cair dihasilkan melalui proses pirolisis dan kondensasi asap dari bahan organik seperti kayu keras, tempurung kelapa, dan kulit biji kenari. Lewat pengolahan dan pemurnian yang tepat, cairan itu memberi aroma serta cita rasa khas asap dan membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu, sehingga berpotensi menjaga kualitas dan daya simpan produk.

Rendam 30 Menit di Larutan Konsentrasi 5 Persen

Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Unpatti, Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., memaparkan tahapan pengolahan. Proses diawali pemilihan ikan segar, lalu pembersihan dan pencucian. Ikan kemudian direndam dalam larutan asap cair berkonsentrasi 5 persen selama 30 menit.

Setelah ditiriskan, ikan masuk tahap pemanasan atau pemanggangan dengan pengaturan suhu dan waktu hingga matang sesuai kebutuhan. Metode ini membuat proses pengolahan lebih terkontrol tanpa bergantung pada pembakaran kayu secara langsung, sehingga kebersihan, konsistensi cita rasa, dan kualitas produk lebih terjaga.

Usai pemaparan, warga mempraktikkan sendiri seluruh tahapan: perendaman, pemanggangan, sampai pengemasan produk olahan.

Respons Warga: Solusi di Tengah Larangan Tebang Bakau

Ketua Badan Saniri Negeri Haria, Johanis Latupeirissa, mengapresiasi kontribusi akademisi dan mahasiswa Unpatti. Menurutnya, teknologi tersebut memberi pengetahuan baru yang mendukung pengolahan ikan dengan memperhatikan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Ini adalah edukasi yang sangat berharga dan baru bagi kami. Di tengah aturan yang melarang penebangan kayu bakau secara liar, teknologi asap cair ini menjadi solusi praktis sekaligus aman untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan keluarga," ujarnya.

Ketua Kelompok KKN Negeri Haria, Noel Angwarmasse, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Pemerintahan Negeri Haria, Dosen Pembimbing Lapangan, Badan Saniri, serta masyarakat yang mendukung pelaksanaan program.

Mahasiswa KKN Unpatti berharap warga Negeri Haria dapat mengembangkan penerapan teknologi asap cair secara berkelanjutan. Selain menambah nilai hasil perikanan, metode ini diharapkan membuka peluang usaha baru dan mendorong perekonomian masyarakat setempat.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks