AMBON — Mualis Pattllouw meninggal dunia di RSUP Dr. Johannes Leimena, Ambon, setelah tiga pekan dirawat akibat luka penembakan dalam konflik Lisabata–Patahuwe. Kabar duka ini menambah daftar panjang korban jiwa dari rangkaian bentrokan yang melanda wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat tersebut.
Selama menjalani perawatan, Mualis mendapat penanganan medis untuk luka yang dideritanya. Kondisi korban terus dipantau, namun nyawanya tidak tertolong.
Dirawat Tiga Pekan Sejak Insiden Penembakan
Mualis menjalani perawatan selama kurang lebih tiga minggu sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Insiden penembakan yang menimpanya terjadi di tengah konflik Lisabata–Patahuwe, wilayah yang hingga kini masih menyisakan ketegangan antarwarga.
Kepergian Mualis menambah beban duka keluarga dan warga yang terdampak konflik. Rangkaian bentrokan sebelumnya juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serta kerusakan tempat tinggal.
Pemulangan Jenazah dan Penanganan Hukum Belum Jelas
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai proses pemulangan jenazah Mualis ke kampung halamannya. Pihak berwenang juga belum merilis informasi soal kondisi korban sebelum meninggal dunia.
Penanganan hukum atas kasus penembakan yang menimpa Mualis masih menunggu keterangan resmi. Warga terdampak konflik Lisabata–Patahuwe berharap ada kejelasan atas proses hukum tersebut.