TUAL — Rombongan PKM FISIPOL UNESA dipimpin tiga peneliti: Dr. Fahmi Fahrudin Fadirubun, Dr. Dian Ayu Larasati, dan Insan Wastuwidya Mahardiani. Ketiganya membawa agenda yang disusun mengikuti kebutuhan pembangunan Kota Tual, bukan program generik yang bisa dipakai di daerah mana pun.
Fokus pertama menyentuh warga pesisir yang berhadapan langsung dengan banjir rob. Fokus kedua berupa pelatihan Kajian Lingkungan Hidup Strategis sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Fokus ketiga memetakan lokasi timbunan sampah dengan pendekatan geocoding sebagai dasar pengelolaan lingkungan perkotaan.
Mengapa Banjir Rob dan Sampah Jadi Prioritas Riset
Dua persoalan itu melekat pada kota pesisir seperti Tual. Rob mengancam permukiman warga di kawasan pantai, sementara timbunan sampah menuntut data lokasi yang presisi sebelum pemerintah daerah menyusun kebijakan pengelolaan.
Pemetaan geocoding memberi Pemkot Tual pijakan awal: titik mana yang paling sering menumpuk sampah, seberapa dekat jaraknya dengan permukiman, dan lokasi mana yang perlu penanganan lebih dulu.
Perguruan Tinggi sebagai Mitra Strategis, Bukan Sekadar Institusi Pendidikan
Pemerintah Kota Tual menyambut baik kehadiran tim PKM FISIPOL UNESA. Sinergi yang dibangun lewat penelitian dan pengabdian dinilai memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Kolaborasi itu mencakup dorongan pembangunan daerah berbasis data, riset, partisipasi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan. Transformasi ilmu pengetahuan dan kebijakan publik bertemu dengan kebutuhan nyata warga di lapangan.
Bagi tim FISIPOL UNESA, Kota Tual bukan sekadar lokasi kegiatan. Wilayah ini menjadi ruang belajar bersama masyarakat, membaca persoalan wilayah, dan mengembangkan solusi berbasis riset.
"Sinergi riset dan pengabdian bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi tentang menghadirkan pengetahuan menjadi solusi dan menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan untuk membangun daerah."
Langkah Lanjutan Setelah Pertemuan di Balai Kota
Kegiatan ini menegaskan komitmen FISIPOL Universitas Negeri Surabaya untuk terus berkontribusi pada pengembangan wilayah. Penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan penguatan kapasitas pemerintah serta masyarakat menjadi jalur yang ditempuh.
Bagi Pemkot Tual, hasil riset dan pelatihan itu menyediakan bahan awal untuk menyusun kebijakan yang lebih terukur. Kesiapsiagaan warga terhadap rob, dokumen KLHS, dan peta timbunan sampah menjadi modal untuk pembangunan Kota Tual yang lebih berkelanjutan.