MALUKU — Kebakaran hutan yang telah melanda kawasan selatan Prancis sejak beberapa hari terakhir mencapai titik kritis pada Jumat malam. Otoritas setempat memerintahkan evakuasi terhadap lebih dari 10.000 jiwa setelah api menerobos garis aman dan mendekati kompleks perumahan serta lokasi wisata. Belum ada laporan korban jiwa, namun puluhan rumah dilaporkan hangus.
Lokasi Terdampak dan Skala Evakuasi
Wilayah terdampak terkonsentrasi di departemen Bouches-du-Rhône dan Var, dua area yang dikenal rawan kebakaran musim panas. Petugas pemadam kebakaran menyebutkan, luas area yang terbakar telah melampaui 3.000 hektar dalam 24 jam terakhir. Tim darurat dikerahkan dari berbagai region untuk membantu proses evakuasi yang berlangsung hingga larut malam.
Para pengungsi sementara ditempatkan di gedung-gedung olahraga dan balai desa yang disulap menjadi posko darurat. Banyak di antara mereka adalah wisatawan asing yang sedang berlibur, sehingga kendala bahasa sempat menghambat komunikasi di lapangan.
Kondisi Medan dan Cuaca Perparah Situasi
Angin kencang bertiup dengan kecepatan hingga 80 kilometer per jam, membuat upaya pemadaman dari udara menggunakan pesawat water bomber menjadi tidak efektif. Suhu tinggi yang mencapai 40 derajat Celsius dalam sepekan terakhir juga mengeringkan vegetasi, menjadikannya bahan bakar sempurna bagi api.
“Kami berhadapan dengan kondisi yang sangat sulit. Angin berubah arah secara tiba-tiba, mempersulit prediksi pergerakan api,” demikian pernyataan resmi juru bicara pemadam kebakaran setempat kepada media. Pemerintah Prancis telah mengaktifkan pusat krisis nasional untuk mengoordinasikan respons.
Dampak pada Jalur Transportasi dan Wisata
Otoritas menutup sementara ruas jalan tol A8 dan A50 yang menghubungkan kota Marseille dengan Nice. Layanan kereta api berkecepatan tinggi (TGV) di rute selatan juga mengalami penundaan parah. Beberapa kawasan wisata populer, termasuk taman nasional dan pantai-pantai di Calanques, ditutup untuk akses publik demi alasan keamanan.
Kebakaran hutan di Prancis selatan bukanlah fenomena baru, namun intensitas dan kecepatan rambatannya tahun ini dinilai di luar kebiasaan. Para ahli mengaitkannya dengan gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi evakuasi tanpa menunda.