Pencarian

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Maluku 24–31 Juli 2026, Tiga Wilayah Ini Terdampak

Jumat, 24 Juli 2026 • 17:54:01 WIB
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Maluku 24–31 Juli 2026, Tiga Wilayah Ini Terdampak
Petugas BMKG memantau data water level di Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Jumat (24/7/2026).

AMBON — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon memperingatkan potensi banjir rob di sejumlah pesisir Maluku selama sepekan ke depan, mulai 24 hingga 31 Juli 2026. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, menyebut tiga area utama yang berpotensi terdampak.

Tiga Wilayah Pesisir yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan hasil pantauan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG mengidentifikasi tiga kabupaten/kota yang masuk zona waspada. Pertama, pesisir Kota Ambon. Kedua, pesisir Kabupaten Maluku Tengah. Ketiga, pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur.

Pemicu: Fase Bulan Purnama Akhir Juli

Mujahidin menjelaskan bahwa peningkatan pasang air laut maksimum ini dipicu oleh fase Bulan Purnama yang jatuh pada 29 Juli 2026. Fase astronomi ini secara periodik meningkatkan gaya gravitasi bulan terhadap laut, sehingga memperbesar potensi naiknya permukaan air ke daratan.

Gangguan pada Aktivitas Harian Warga Pesisir

Banjir rob ini diprediksi bervariasi waktu kejadiannya, baik hari maupun jam, di tiap wilayah. Dampak paling langsung dirasakan warga yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir.

“Potensi banjir pesisir ini secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan hingga kehidupan di permukiman pesisir,” ungkap Mujahidin dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).

Imbauan BMKG: Tenang tapi Waspada

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang bisa menggenangi permukiman dan mengganggu akses jalan pesisir. Nelayan dan operator pelabuhan disarankan memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG.

Bagikan
Sumber: malukuterkini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks