Pencarian

BMKG Peringatkan Karhutla di Hampir Seluruh Kabupaten Maluku, Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

Jumat, 18 September 2026 • 14:46:01 WIB
BMKG Peringatkan Karhutla di Hampir Seluruh Kabupaten Maluku, Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

AMBON — Laporan resmi BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon yang dirilis pagi ini menggambarkan situasi cuaca yang menantang bagi wilayah Maluku. Indeks Initial Spread Index (ISI) menunjukkan penyebaran api berada pada kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Angin menjadi aktor utama dalam kondisi ini.

Setiap kenaikan 13 km/jam kecepatan angin, penyebaran api berlipat ganda. Kondisi itu diperparah oleh lapisan tanah atas dan menengah yang sudah sangat kering di beberapa titik.

Buru dan Maluku Tengah Jadi Titik Paling Rawan

Dalam dokumen resminya, BMKG menyoroti dua wilayah dengan kondisi lapisan tanah yang paling mengkhawatirkan. "Kami melihat pola yang mengkhawatirkan. Di beberapa titik, terutama di wilayah Kabupaten Buru dan Maluku Tengah, lapisan tanah atas dan menengah sudah sangat kering," demikian keterangan dalam dokumen tersebut.

Kekeringan lapisan tanah membuat bahan bakar alami mudah tersulut. Api yang muncul di permukaan bisa dengan cepat membesar dan menjalar ke area yang lebih luas.

Fire Weather Index Ikut Naik, Ini Artinya bagi Petugas Pemadam

Selain ISI, Fire Weather Index (FWI) yang mengukur intensitas api juga menunjukkan kategori Sedang hingga Sangat Tinggi. Parameter ini bukan hanya soal seberapa cepat api menyebar.

FWI menggambarkan seberapa besar kekuatan api yang harus dihadapi petugas pemadam jika kebakaran benar-benar terjadi. Semakin tinggi indeksnya, semakin sulit pemadaman dilakukan dengan peralatan dan personel yang ada.

BMKG Minta Koordinasi Lintas Instansi

BMKG tidak bisa bekerja sendiri dalam mengantisipasi risiko ini. Dalam dokumennya, lembaga itu secara tegas meminta koordinasi dengan kementerian, dinas, dan lembaga terkait di daerah.

"Disarankan untuk berkoordinasi dengan Kementrian, Dinas, dan Lembaga terkait setempat untuk pemanfaatan lebih lanjut dari data/informasi yang disediakan," tulis BMKG dalam laporan tersebut.

Koordinasi itu dibutuhkan agar data indeks cuaca bisa diterjemahkan menjadi langkah pencegahan di lapangan. Pemantauan titik rawan, penyiapan personel, dan kesiapan peralatan pemadam menjadi bagian yang perlu dipastikan sebelum api muncul.

Warga Diminta Waspada Aktivitas yang Picu Api

Kombinasi angin kencang dan kekeringan membuat aktivitas yang biasanya dianggap kecil bisa berujung besar. Pembakaran lahan untuk membersihkan kebun, puntung rokok yang dibuang sembarangan, atau percikan api dari aktivitas di area terbuka berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Wilayah kabupaten yang tersebar di kepulauan membuat respons pemadaman tidak bisa mengandalkan satu pos terpusat. Jarak antarwilayah dan keterbatasan akses jalan menjadi faktor yang memperumit penanganan jika kebakaran meluas.

BMKG menyerahkan pemanfaatan data cuaca ini kepada instansi terkait di daerah. Peringatan dini yang sudah dirilis menjadi dasar bagi pemerintah kabupaten dan dinas kehutanan untuk menentukan langkah antisipasi masing-masing.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks