Pencarian

XLSmart dan Remind Luncurkan ByeByeBox, Mesin Daur Ulang E-Waste Pertama di Indonesia

Senin, 14 September 2026 • 12:03:01 WIB
XLSmart dan Remind Luncurkan ByeByeBox, Mesin Daur Ulang E-Waste Pertama di Indonesia
XLSmart bersama Remind dan ITB meluncurkan ByeByeBox, mesin daur ulang limbah elektronik pertama di Indonesia, di Aula Timur Kampus ITB, Bandung, Senin (14/9/2026).

MALUKU — XLSmart menggandeng startup pengelola sampah elektronik Remind dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menghadirkan ByeByeBox, mesin reverse vending limbah elektronik (e-waste) pertama di Indonesia. Peluncuran berlangsung di Aula Timur Kampus ITB, Ganesha, Bandung, Senin (14/9/2026).

Mesin ini menerima berbagai perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan, mulai dari smartphone bekas, baterai, hingga kabel. Pengguna yang membuang sampah elektronik di ByeByeBox mendapat apresiasi berupa reward, salah satunya kuota gratis dari XLSmart.

Mengapa ByeByeBox Dibuat Sekarang

Direktur & Chief Regulatory Office XLSmart Merza Fachys menyebut kebiasaan orang Indonesia yang gemar berganti ponsel membuat Tanah Air menjadi pasar secondary smartphone terbesar. Kondisi itu mendorong industri telekomunikasi memikirkan ulang ke mana perangkat lama bermuara.

"Ini yang membuat kita dari industri telko berpikir, apa iya semua ini harus dibuang? Padahal dalam barang elektronik ada banyak sekali barang berharga," kata Merza dalam acara peluncuran.

Merza, yang merupakan alumni Teknik Elektro ITB, menjelaskan sampah elektronik menyimpan material bernilai seperti emas dan platinum. Material itu akan didaur ulang menjadi bahan baru yang punya nilai ekonomi.

Reward dan Cara Kerja Mesin

Pengguna cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak dipakai dan mengikuti petunjuk pada layar mesin. Perangkat dipindai dan divalidasi memakai kamera serta teknologi AI, ditimbang otomatis, lalu diterima dan tercatat dalam sistem Remind.

Sebagai imbalan, pengguna mendapat reward dari XLSmart. "Manfaatnya akan mendapatkan reward, itulah fungsi XLSmart, salah satunya kuota gratis. Jangan lama-lama, kalau disimpan nanti lacinya penuh," ujar Merza.

Peran ITB dan Remind

Founder & CEO Remind M. Dzikri Ahira Soefihara mengatakan ide pengelolaan sampah elektronik berawal dari kesadaran bahwa e-waste punya kemiripan dengan barang tambang. "Ternyata dari sampah elektronik sama seperti bahan tambang, itu terdapat barang berharga yang ada di dalamnya," kata Dzikri.

ITB dipilih sebagai kampus pertama untuk memperkenalkan ByeByeBox ke masyarakat. Kampus ini juga dilibatkan untuk menilai apakah perangkat bekas masih bisa diperbaiki dan difungsikan kembali, bukan sekadar dilebur jadi material baru.

"Teknik ITB bisa melihat apakah ini bisa dibenerin, dipercantik, dibuat menjadi bisa kembali berfungsi. Kolaborasi inilah yang kita harapkan jadi starting point," terang Merza.

Target dan Jadwal Rollout

Program ByeByeBox Campus Roadshow to ITB berlangsung 14-28 September 2026, diawali peluncuran di Aula Timur ITB dan dilanjutkan aktivasi di area kampus hingga 28 September. Pada tahap pertama kampanye yang berjalan sampai November 2026, XLSmart dan Remind menargetkan pengumpulan 600 kg e-waste.

Seluruh e-waste yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program. Mesin ByeByeBox rencananya terus ditambah dan diperluas ke titik-titik penting lain di luar kampus.

"Hari ini baru ada satu mesin, sebentar lagi dua, dan kita akan menempatkan ByeByeBox di seluruh tempat," imbuh Merza.

Konteks Industri

Langkah XLSmart sejalan dengan komitmen ESG dan sustainability perusahaan, mencakup teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan limbah elektronik. Bagi pasar Indonesia, kehadiran mesin ini menawarkan jalur resmi bagi jutaan ponsel usang yang selama ini tidak memiliki kanal pembuangan terstruktur.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks