MALUKU — Perusahaan yang berbasis di Yuma, Arizona, itu menyebut fasilitasnya sebagai pabrik pemulihan material kritis pertama di AS yang khusus menangani panel surya pensiun. Material yang dipulihkan akan dibersihkan dan disiapkan untuk dijual kembali ke rantai pasok domestik Amerika Serikat.
Perak, Tembaga, dan Silikon Jadi Kunci
Daur ulang panel surya konvensional umumnya hanya fokus pada rangka aluminium dan kaca. Keduanya memang mendominasi bobot panel, tapi bukan bagian paling bernilai. Memulihkan perak, tembaga, dan silikon dalam bentuk yang bisa dipakai ulang jauh lebih rumit dan mahal.
Di sinilah klaim WRS masuk. Perusahaan mengatakan proses proprietary mereka mampu memulihkan kelima material tersebut — perak, tembaga, silikon, aluminium, dan kaca — dalam skala komersial. Tanpa perlu smelting di fasilitas luar negeri.
Material hasil pemulihan itu disebut bisa dipakai ulang untuk peralatan surya, elektronik, jaringan listrik, dan industri lain di AS.
Biaya Daur Ulang Masih Lebih Mahal dari TPA
Daur ulang panel surya sebenarnya sudah berjalan di AS. Masalahnya, biayanya masih lebih tinggi dibanding sekadar membuang panel ke landfill. Peningkatan pemulihan material bernilai tinggi diyakini bisa menutup selisih biaya itu sekaligus mengurangi kebutuhan tambang material baru.
"Solar panels contain the exact critical materials the US supply chain desperately needs, but until now, no American company has been able to recover their full resources at such scale or efficiency," kata Adam Saghei, founder dan CEO We Recycle Solar.
"Through our advanced process, we are achieving true, comprehensive material recovery entirely on US soil, and retaining these critical materials – and the value currently being lost to Asian processing – within our domestic supply chain."
Ledakan Limbah Panel Surya di Depan Mata
Sebagian besar panel surya di AS belum memasuki masa pensiun. Departemen Energi AS mencatat sekitar 70% proyek surya dunia baru dipasang sejak 2019, dan panel kini biasanya bertahan 25 hingga 35 tahun.
Tapi dengan ratusan juta panel yang sudah beroperasi, volume limbah yang mencapai akhir masa pakai akan melonjak tajam dalam beberapa dekade ke depan. Kerusakan akibat cuaca, masalah instalasi, dan penggantian dini panel lama dengan model lebih efisien menambah aliran limbah itu.
WRS mengklaim sudah mengalihkan lebih dari 1 juta panel dari landfill lewat operasi dekomisioning, daur ulang, resale, dan remarketing yang sudah berjalan.
Rencana Investasi USD 100 Juta untuk Empat Fasilitas Lagi
Pabrik di area Dallas ini dirancang sebagai yang pertama dari jaringan yang lebih besar. WRS berencana menginvestasikan sekitar USD 100 juta untuk empat fasilitas tambahan di AS dalam empat tahun ke depan. Lokasinya belum diungkap.
Langkah ini muncul saat kapasitas surya AS terus tumbuh. Sebelumnya dilaporkan bahwa tenaga surya AS kini mampu memasok listrik untuk 50 juta rumah, dengan negara bagian merah memimpin lonjakan pemasangan.