MALUKU — Keputusan Zijlstra berseragam Singo Edan bukan tanpa perhitungan. Ia tetap tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sekaligus menilai kualitas skuad Arema FC sebagai tempat yang tepat untuk berkembang. Targetnya jelas: membayar kepercayaan manajemen dengan produktivitas di lini depan.
Menit Bermain Jadi Prioritas Utama
Pengalaman minim bersama Persija Jakarta menjadi pelajaran berharga bagi pemain kelahiran Belanda itu. Di Malang, ia bertekad mengubah nasib dengan tampil konsisten.
“Saya ingin mencetak sebanyak mungkin gol dan bermain dalam sebanyak mungkin pertandingan. Setelah itu, saya berharap bisa kembali menjadi pemain yang lebih kuat dan melihat apa yang akan terjadi,” ujar Zijlstra.
Pulih dari Cedera, Siap Uji Coba Bertahap
Kondisi fisik Zijlstra menunjukkan progres positif setelah sebelumnya dibayangi cedera. Ia mengaku siap diturunkan dalam laga uji coba Arema FC berikutnya, meski dengan durasi bertahap.
Pemain berusia 23 tahun itu tak ingin memaksakan diri bermain penuh 90 menit. Fokusnya saat ini membangun kebugaran secara perlahan demi mencapai performa puncak saat kompetisi resmi bergulir.
Cuaca Malang Bukan Hambatan Adaptasi
Perbedaan cuaca antara Jakarta dan Malang kerap menjadi sorotan bagi pemain anyar. Namun, Zijlstra tak menganggapnya sebagai kendala berarti dalam proses adaptasi.
Ia optimistis segera menyatu dengan rekan setim dan kehidupan di Malang. Mentalitas ini diharapkan mempercepat penyesuaiannya dengan skema permainan pelatih Arema FC.
Dengan tekad kuat dan kondisi fisik yang kian membaik, Zijlstra berpotensi menjadi andalan baru di lini serang Singo Edan musim depan. Publik Malang pun menantikan kontribusi nyata darinya di lapangan hijau.