AMBON — Koperasi Konsumen Lapas Ambon Patita Mart and Cafe kembali beroperasi setelah sebelumnya hangus dilalap api. Fasilitas yang dibangun ulang dengan konsep lebih representatif ini tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha, tetapi juga menjadi ruang pelatihan kerja bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang datang didampingi Kepala Lapas Kelas IIA Ambon S. Hendra Budiman sempat melihat langsung aktivitas warga binaan di dalam koperasi. Keterlibatan mereka dalam operasional harian menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang disiapkan lapas.
WBP Terlibat Langsung sebagai Kasir dan Pengelola
Hendra Budiman menegaskan Patita Mart and Cafe bukan sekadar tempat belanja. Warga binaan dilibatkan dalam berbagai peran operasional, termasuk menjadi kasir, sehingga mereka mendapat pengalaman kerja nyata sebelum kembali ke masyarakat.
"Mereka dilibatkan dalam operasional, termasuk sebagai kasir, sehingga dapat memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," kata Hendra di Ambon, Selasa.
Pembinaan kemandirian ini dirancang untuk membangun keterampilan, tanggung jawab, disiplin, dan kepercayaan diri WBP. Pengalaman bekerja di lingkungan koperasi diharapkan memberi gambaran nyata tentang pengelolaan pekerjaan yang bisa diterapkan setelah masa pidana selesai.
Momentum Pemulihan Pasca-Kebakaran
Kebakaran yang melanda Patita Mart and Cafe pada 30 Juni 2026 sempat menghentikan aktivitas ekonomi di dalam lapas. Namun, pembangunan kembali fasilitas tersebut kini dimanfaatkan sebagai momentum memperluas ruang keterampilan praktis bagi WBP.
"Pembinaan kemandirian harus memberikan pengalaman yang bisa mereka bawa setelah bebas. Karena itu, kami berupaya agar keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga memberi pengalaman kerja secara langsung," ujarnya.
Perwakilan pengurus Koperasi Konsumen Lapas Ambon, Laras C. Makawimbang, menyampaikan komitmennya mengelola Patita Mart and Cafe secara profesional dan transparan. Hal ini dilakukan demi menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memastikan program pembinaan berjalan optimal.
Bekal Kemandirian untuk WBP Setelah Bebas
Beroperasinya kembali koperasi ini menandakan ekosistem pembinaan di Lapas Ambon tidak berhenti pada pelatihan keterampilan semata. WBP mendapat kesempatan belajar bekerja, mengembangkan kemampuan, dan membangun kesiapan hidup mandiri setelah bebas nanti.
Kunjungan Gubernur Maluku ke lokasi koperasi menjadi sinyal dukungan pemerintah daerah terhadap program pembinaan yang dijalankan Lapas Ambon. Fasilitas yang pulih ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi WBP dan lingkungan sekitarnya.