MALUKU — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan data pertumbuhan tersebut dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Sabtu (15/8/2026). Angka ini menjadi salah satu indikator utama bahwa mobilitas masyarakat dan aktivitas industri mulai bergerak positif.
“Kenaikan ekonomi juga bisa dilihat dari kegiatan yang mengonsumsi listrik. Itu juga naik 10,8 persen dan penjualan semen 13,5 persen year on year,” ujar Airlangga dalam keterangan resminya.
Konsumsi Listrik SPKLU Tumbuh 28 Persen Lebih
Data PLN mencatat konsumsi listrik di SPKLU mencapai 62,4 juta kilowatt hour (kWh) hingga Juni 2026. Capaian ini sudah melampaui total konsumsi SPKLU sepanjang 2025 yang tercatat 48,5 juta kWh, atau tumbuh sekitar 28,6 persen hanya dalam enam bulan.
Jika dirinci berdasarkan kelompok konsumen, konsumsi listrik rumah tangga naik 12,3 persen, sektor bisnis tumbuh 10 persen, dan industri naik 6,5 persen. Penjualan listrik secara keseluruhan juga tumbuh 10,8 persen.
iGreen+ Targetkan 200 Titik SPKLU Baru
Perluasan infrastruktur pengisian daya terus berjalan. CEO PT Niscala Energi Indonesia (iGreen+), Lawrence, mengatakan perusahaannya bersama PT Pos Indonesia dan PLN menargetkan perluasan jaringan hingga 200 titik SPKLU. Hal ini disampaikan saat peresmian fasilitas pengisian daya ultra cepat di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Jakarta, pada 8 Agustus 2026.
“Komitmen kami berfokus pada kebutuhan pelanggan, dengan menghadirkan pengisian daya yang andal dan mudah dijangkau,” ujar Lawrence seperti dikutip dari Antara.
Di lokasi tersebut tersedia enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW dengan konektor CCS2. Saat ini iGreen+ mengoperasikan 19 stasiun dengan 132 perangkat charging gun yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Bali. Lima stasiun baru juga disiapkan beroperasi dalam waktu dekat.
Konsumen Mulai Pilih Teknologi Sesuai Kebutuhan
Pengamat Kebijakan Ekonomi Perbanas, Joshua Pardede, menilai pertumbuhan kendaraan elektrifikasi menunjukkan pasar yang semakin matang. Konsumen tidak lagi sekadar memilih teknologi, tetapi mempertimbangkan pola penggunaan kendaraan sehari-hari.
Hal tersebut terungkap dalam Dialog Otomotif Nasional bertajuk The Right Fit for Indonesia yang digelar Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) di sela GIIAS 2026, 5 Agustus lalu. Menurut Joshua, pilihan antara Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), maupun Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan masing-masing konsumen.
Pemerintah sendiri telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU periode 2025-2030 sebagai acuan pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia. Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan dan infrastruktur yang terus diperluas, tren elektrifikasi di Tanah Air dipastikan akan semakin menguat hingga akhir tahun.