MALUKU — Kamera pemindai pelat nomor otomatis (ALPR) semakin cerdas. Sebuah perusahaan rintisan bernama Leonardo dikabarkan tengah mengembangkan sistem bernama SignalTrace yang mampu memindai gelombang udara untuk mendeteksi sinyal dari perangkat Bluetooth dan koneksi nirkabel di sekitar kendaraan. Data itu kemudian dikaitkan dengan pelat nomor yang tertangkap kamera, sehingga secara teoritis bisa menempatkan seseorang di dalam mobil tertentu pada waktu dan lokasi spesifik.
Laporan dari 404Media yang dikutip dalam bahan menyebutkan, teknologi ini menjembatani kesenjangan antara kamera pengawas dan perangkat pribadi. Leonardo menyebut sistemnya sebagai "pengumpulan intelijen non-intrusif" karena hanya menangkap pengenal perangkat yang disiarkan secara publik. Namun, kekhawatiran muncul karena data ini bisa diakses oleh kepolisian dan lembaga penegak hukum lainnya, membuka celah potensi peretasan atau penyalahgunaan untuk melacak hubungan personal.
Lebih dari 5.000 Departemen Kepolisian AS Gunakan Kamera Flock Safety
Flock Safety, salah satu pemain utama dalam teknologi ALPR, telah memasang kameranya di lebih dari 5.000 departemen kepolisian di seluruh Amerika Serikat. Menurut laporan NBC News, sistem ini melacak miliaran pelat nomor setiap bulan, membangun database besar pergerakan warga biasa. Jumlah kamera ALPR dari berbagai perusahaan disebut bertambah setiap hari, memperkuat jaringan pengawasan massal.
Electronic Frontier Foundation (EFF), organisasi nirlaba yang fokus pada hak digital, memperingatkan bahwa sistem Flock Safety dirancang untuk memungkinkan "pengawasan massal" dan rentan terhadap "penyalahgunaan berat". Investigasi EFF tahun lalu mengungkapkan bahwa lebih dari 50 lembaga federal, negara bagian, dan lokal menjalankan ratusan pencarian melalui jaringan data Flock Safety terkait aktivitas protes dalam periode sepuluh bulan.
DeFlock: Alternatif Rute untuk Privasi
Menjawab kekhawatiran tersebut, muncullah DeFlock.org. Situs ini bekerja seperti aplikasi perencana rute digital pada umumnya. Pengguna cukup memasukkan titik awal dan tujuan perjalanan, lalu menyesuaikan seberapa agresif mereka ingin menghindari kamera. DeFlock kemudian akan membandingkan rute normal dengan alternatif yang lebih privat, lengkap dengan perkiraan tambahan jarak tempuh dan waktu perjalanan.
Laporan dari Carscoops menyebutkan jumlah pengguna situs ini terus meningkat. Di tengah berita bahwa kamera ALPR bisa segera terhubung dengan perangkat pribadi, reaksi publik pun bermunculan. Seorang pengguna Reddit berkomentar, "Satu-satunya harapan untuk semuanya adalah gerakan Hak Sipil Digital."
Meskipun DeFlock saat ini masih berfokus pada peta kamera Flock Safety di Amerika Serikat, kemunculannya menandai langkah nyata perlawanan terhadap pengawasan yang semakin masif. Bagi pengemudi yang sadar privasi, alat ini memberikan sedikit kendali kembali di tengah sistem yang terus mengintai.