Pencarian

Sumur Sungai Anggur-3 SKK Migas Tembus 6.380 Kaki, Aliran Minyak dan Gas Mengalir dari Lapisan Sand-58

Jumat, 07 Agustus 2026 • 11:05:31 WIB
Sumur Sungai Anggur-3 SKK Migas Tembus 6.380 Kaki, Aliran Minyak dan Gas Mengalir dari Lapisan Sand-58
Sumur Sungai Anggur-3 SKK Migas berhasil menembus lapisan Sand-58 hingga kedalaman 6.380 kaki dan mengalirkan minyak serta gas bumi.

MALUKU — JAKARTA — Kabar baik datang dari industri hulu migas nasional. Sumur Sungai Anggur-3 Sidetrack yang dioperatori PT Sele Raya Belida (SRB) akhirnya menunjukkan hasil positif setelah tim teknis berhasil menembus lapisan reservoir Sand-58 dan memastikan adanya aliran minyak serta gas bumi.

Temuan ini bukan tanpa perjuangan. Proses pemboran awal sumur vertikal yang dimulai pada 7 Mei 2026 sempat menemui kendala geologis. Target reservoir Sand-58 ternyata berada lebih dalam dari perkiraan awal akibat anomali data seismik. Alih-alih berhenti, SRB bersama Tim Teknis SKK Migas justru mengambil keputusan strategis.

Keputusan Sidetrack dan Hasil di Lapangan

Pada 13 Juni 2026, diputuskan untuk melakukan pengeboran ulang menyamping atau sidetrack ke arah timur laut dengan target kedalaman 6.440 kaki. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan ketebalan dan kualitas reservoir TAF Sand-58 yang menjadi objektif utama.

Perjalanan pembuatan lubang sidetrack tidaklah mulus. Berbagai tantangan operasional harus dihadapi tim di lapangan sebelum akhirnya mencapai total depth pada 19 Juli 2026. Setelah itu, data bawah permukaan langsung dievaluasi secara intensif.

"Setelah memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan, perforasi sukses dilaksanakan. Sumur telah mengalir minyak dan gas dari lapisan objektif Sand-58. Saat ini sumur dalam tahap clean up menuju produksi optimal," ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Kamis malam (6/8).

Biaya Pengeboran dan Efisiensi Anggaran

Keputusan untuk melakukan sidetrack memang menambah kompleksitas operasional, namun dampaknya terhadap biaya relatif terkendali. Total pengeluaran untuk pemboran sumur ini, termasuk pengeboran vertikal dan sidetrack, tercatat sebesar US$6,529 juta atau sekitar Rp 104,4 miliar (estimasi kurs Rp 16.000).

Angka tersebut hanya 103,81 persen dari rencana anggaran awal (AFE) sebesar US$6,289 juta. Artinya, pembengkakan biaya akibat perubahan desain sumur hanya sekitar 3,8 persen dari perencanaan awal.

Sinergi SKK Migas dan Kontraktor

Djoko menilai keberhasilan ini bukan sekadar soal teknis pengeboran semata. Ia menyebutnya sebagai bukti nyata keberanian dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian geologi, sekaligus cerminan sinergi solid antara SRB dan SKK Migas.

"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi ketidakpastian geologi, sinergi solid antara PT SRB dan SKK Migas, kompetensi tim dalam mengeksekusi operasi pemboran kompleks termasuk sidetrack, serta komitmen untuk terus menambah cadangan dan produksi migas nasional," tuturnya.

Dengan mengalirnya hidrokarbon dari lapisan Sand-58, Lapangan Sungai Anggur kini memiliki optimisme baru untuk dikembangkan lebih lanjut. Sumur yang sedang dalam tahap pembersihan menuju produksi optimal ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi kontribusi energi nasional ke depan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks