TANIMBAR — Kedua UXO ditemukan di titik berbeda. UXO pertama terdeteksi di sekitar patok 71 hingga 75, sementara UXO kedua ditemukan di sekitar patok 55 hingga 56. Tim survei gabungan Brimob Polda Maluku dan pihak proyek menyisir area rencana pembangunan pagar perimeter fasilitas OLNG INPEX Masela.
Hasil pemeriksaan menunjukkan UXO pertama merupakan proyektil meriam Tipe 91 berdiameter 105 milimeter, panjang 427 milimeter, dan berat sekitar 15,90 kilogram. Adapun UXO kedua berjenis proyektil meriam Tipe 91 long painted dengan diameter 105 milimeter, panjang 501,70 milimeter, dan berat sekitar 15,70 kilogram.
Perimeter dan Police Line Dipasang Sebelum Disposal
Karena kondisinya masih aktif, kedua benda langsung diamankan dengan pemasangan perimeter dan police line. Lokasi dijaga ketat hingga Unit Disposal Jibom Detasemen Gegana tiba untuk melakukan pendisposalan.
Disposal UXO pertama berlangsung mulai pukul 07.42 WIT hingga 09.25 WIT. UXO kedua ditangani mulai pukul 12.16 WIT dan selesai pada pukul 14.19 WIT.
Seluruh rangkaian proses berjalan aman dan lancar tanpa korban maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar. Setelah kegiatan selesai, dilakukan serah terima berita acara kepada penanggung jawab area dan pihak security PT INPEX sebelum personel kembali ke base camp.
Polri Sebut Penanganan UXO Bagian dari Pengamanan Proyek Strategis Nasional
Karoops Polda Maluku Monang Marudu Zonir Simanjuntak mengatakan penanganan dua UXO tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan kawasan pembangunan strategis nasional.
"Polri memastikan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan profesional. Termasuk temuan UXO di kawasan Blok Masela ini, yang harus ditangani secara khusus agar tidak membahayakan pekerja, masyarakat maupun aktivitas pembangunan," ujarnya.
Menurut Monang, temuan bom peninggalan perang yang masih aktif menunjukkan pentingnya survei dan langkah mitigasi sebelum maupun selama kegiatan pembangunan berlangsung. Polri juga akan terus berkoordinasi dengan pengelola proyek dan pihak terkait untuk menjaga aspek keamanan di kawasan tersebut.
Survei Sistematis dengan Peralatan Deteksi Khusus
Dansat Brimob Polda Maluku Tedy Purnanto mengatakan kedua UXO ditemukan melalui survei sistematis dengan menggunakan peralatan deteksi khusus. Setelah benda terdeteksi, personel langsung mengamankan area dan menjaga lokasi hingga proses disposal dilakukan.
"Setiap tahapan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan lingkungan sekitar. Seluruh proses pendisposalan terhadap dua UXO berjalan aman dan lancar," katanya.
Survei UXO dilakukan untuk mendeteksi dan memetakan kemungkinan keberadaan bom atau amunisi sisa Perang Dunia II yang masih berada di kawasan darat atau onshore Blok Masela. Kegiatan tersebut berlangsung di area rencana pembangunan pagar perimeter fasilitas OLNG INPEX Masela.
Brimob Polda Maluku bekerja sama dengan pelaksana proyek sebagai bagian dari kemitraan pengamanan yang sebelumnya telah terjalin melalui Perjanjian Kerja Sama antara SKK Migas dan Polda Maluku. Perwakilan Security INPEX Masela, Fachry Noviar Singka, turut terlibat dalam perencanaan survei dan kegiatan disposal.
Warga Diminta Tidak Menyentuh Benda Diduga Bom
Kabid Humas Polda Maluku Rositah Umasugi mengimbau masyarakat tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga sebagai bom maupun amunisi peninggalan perang.
"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan benda yang diduga sebagai bom atau amunisi peninggalan perang agar tidak menyentuh maupun memindahkannya. Segera amankan diri dan lingkungan sekitar, kemudian laporkan kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan khusus," tegasnya.
Dengan selesainya proses disposal, dua UXO aktif yang ditemukan di kawasan PT INPEX telah berhasil ditangani. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung aspek keselamatan di tengah pembangunan LNG Abadi Masela yang telah memasuki tahap pembangunan fisik di Kepulauan Tanimbar.