AMBON — Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku menilai capaian pertumbuhan ekonomi daerah saat ini berada pada jalur yang menggembirakan. Penilaian itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Patiwaelapia, SE., M.Si., sebagai narasumber utama dalam dialog interaktif di studio LPP RRI Ambon.
Maritje menjelaskan, pemulihan ekonomi Maluku berlangsung konsisten. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan tetap waspada terhadap dinamika global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi regional.
Pengendalian Inflasi Ditopang Pasokan Pangan dan Distribusi
Dari sisi pengendalian inflasi, BPS mencatat pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Maluku masih dapat dikendalikan. Langkah antisipatif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dinilai berperan dalam menjaga stabilitas tersebut.
Menurut Maritje, ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis dan kelancaran distribusi menjadi kunci utama dalam meredam gejolak harga di pasaran. Dua faktor itu menentukan seberapa cepat gejolak harga bisa diredam sebelum berdampak ke konsumen.
Data Statistik Diminta Jadi Dasar Kebijakan Fiskal Daerah
BPS Provinsi Maluku menekankan penyediaan data statistik yang akurat dan aktual harus dijadikan dasar pijakan utama oleh pemerintah daerah. Data itu dipakai untuk merumuskan kebijakan fiskal maupun program intervensi sosial.
Data yang tepat sasaran diyakini mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Cakupan wilayahnya meliputi seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Antusiasme Pendengar di Dialog RRI Ambon
Dialog interaktif yang disiarkan secara langsung melalui Programa 1 RRI Ambon mendapat antusiasme tinggi dari pendengar. Interaksi melalui sambungan telepon dan pesan singkat tercatat cukup banyak selama acara berlangsung.
Melalui forum ini, RRI Ambon dan BPS Provinsi Maluku berharap kesadaran publik terhadap pentingnya literasi data semakin meningkat. Literasi data dinilai menjadi salah satu kunci mengawal pembangunan daerah yang berkelanjutan.