MALUKU — Maserati tidak akan serta-merta meninggalkan transmisi manual, setidaknya untuk segmen paling eksklusifnya. Pabrikan asal Modena ini masih menyediakan kopling tiga pedal bagi pelanggan yang memesan melalui program Bottega Fuoriserie, sebuah layanan coachbuilding modern yang diperkenalkan tahun lalu bersama Alfa Romeo.
Cristiano Fiorio, Chief Marketing Officer Maserati, menyatakan bahwa permintaan akan mesin bensin—terutama yang berkapasitas besar—masih sangat tinggi di kalangan klien program tersebut. "Dan ternyata, mereka yang mencari mesin konvensional juga tertarik pada transmisi manual," ujar Fiorio kepada media pekan ini.
Bottega Fuoriserie: Playground untuk Kolektor Super Kaya
Bottega Fuoriserie bukanlah program kustomisasi biasa. Layanan ini dirancang untuk menghasilkan "mobil kustom abadi, restorasi historis yang presisi, pengalaman sensoris, riset material inovatif, dan pusat yang fokus pada performa tertinggi." Dalam praktiknya, ini berarti produksi Stradale edisi khusus atau restomod mahal—bukan Quattroporte bekas bersertifikat.
Fiorio adalah arsitek utama di balik program ini, sehingga ia paham betul keinginan para kolektor. Bagi mereka, jumlah silinder dan transmisi manual adalah bagian dari pengalaman berkendara yang otentik. Meski begitu, kabar ini hanya menggembirakan kalangan elit. Fiorio sama sekali tidak memberikan indikasi bahwa transmisi manual akan turun ke lini produksi reguler Maserati.
Maserati Sudah 20 Tahun Tak Jual Mobil Manual
Kenyataannya, Maserati sudah tidak lagi menawarkan transmisi manual di diler resmi selama hampir 20 tahun. Terakhir kali pabrikan ini menjual mobil bertransmisi manual adalah model dengan mesin V8 Ferrari. Sementara itu, Alfa Romeo—satu grup dengan Maserati—masih menjual Giulia Quadrifoglio bertransmisi manual di luar negeri hingga beberapa waktu lalu.
Keputusan Maserati mempertahankan manual di Bottega Fuoriserie bisa dilihat sebagai strategi menjaga eksklusivitas. Dengan membatasi opsi ini hanya untuk pesanan khusus, Maserati tidak perlu menginvestasikan ulang biaya pengembangan dan homologasi untuk model produksi massal. Sebaliknya, mereka bisa memenuhi permintaan segelintir kolektor yang bersedia membayar mahal demi pengalaman berkendara klasik.
Langkah ini juga menegaskan bahwa meskipun industri otomotif global berlomba menuju elektrifikasi, masih ada ruang untuk mesin konvensional dan transmisi manual—asalkan Anda punya uang yang cukup untuk memesannya secara khusus.