Pencarian

Produksi Migas Pertamina Tembus 935.000 BOPD hingga Juni 2026, Gas Jadi Kontributor Utama

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 10:31:01 WIB
Produksi Migas Pertamina Tembus 935.000 BOPD hingga Juni 2026, Gas Jadi Kontributor Utama
Produksi migas konsolidasian Pertamina tercatat 935.000 barel setara minyak per hari hingga akhir Juni 2026.

MALUKU — JAKARTA – Kinerja hulu migas Pertamina hingga pertengahan tahun ini masih menunjukkan laju yang solid. PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang bertindak sebagai Subholding Upstream, membukukan produksi migas konsolidasian sebesar 935.000 barel setara minyak per hari (MBOEPD) pada akhir Juni 2026.

Rinciannya, produksi minyak mentah tercatat sebesar 459.000 barel per hari (MBOPD). Komposisi ini menegaskan bahwa gas bumi masih menjadi penopang signifikan terhadap total produksi perusahaan secara keseluruhan.

Kontribusi Gas dan Stabilitas Operasional

Dengan produksi minyak di angka 459.000 barel per hari, selisih lebih dari 476.000 barel setara minyak per hari dipasok dari sektor gas. Ini mengindikasikan portofolio produksi PHE yang berimbang antara minyak dan gas.

Stabilitas angka produksi ini dicapai di tengah berbagai upaya perusahaan menjaga level operasional. Bagi PHE, mempertahankan plateau produksi merupakan kunci untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh Dunia Energi pada Jumat (7/8/2026). Data tersebut menjadi indikator awal bahwa target produksi yang ditetapkan perusahaan untuk tahun berjalan masih berada di jalur yang benar.

Arti Penting bagi Pasokan Energi Domestik

Angka 935.000 MBOEPD bukan sekadar statistik. Bagi masyarakat dan industri, produksi ini berarti pasokan bahan bakar minyak dan gas untuk pembangkit listrik, pabrik, serta kebutuhan rumah tangga tetap terjaga.

PHE sebagai garda terdepan eksplorasi dan produksi Pertamina memikul tanggung jawab besar. Setiap tetes minyak dan molekul gas yang diproduksi berkontribusi langsung pada pengurangan ketergantungan impor dan penguatan cadangan devisa negara.

Kinerja semester pertama ini akan menjadi pijakan bagi PHE untuk berbenah di paruh kedua tahun 2026. Fokus pada efisiensi biaya dan optimalisasi sumur-sumur existing menjadi agenda utama agar laju produksi tidak hanya stabil, tetapi juga efisien.

Dengan kondisi operasional yang terjaga, posisi Pertamina di industri hulu migas Asia Tenggara pun tetap kompetitif. Ke depan, seluruh mata akan tertuju pada kemampuan perusahaan mempertahankan momentum ini hingga tutup tahun.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks