Pencarian

IIHS Mulai Uji Keselamatan Truk Kelas Berat: Ford Super Duty dan Ram 3500 Jeblok di Tes Sabuk Pengaman

Senin, 15 Juni 2026 • 10:45:31 WIB
IIHS Mulai Uji Keselamatan Truk Kelas Berat: Ford Super Duty dan Ram 3500 Jeblok di Tes Sabuk Pengaman
IIHS menguji sistem peringatan sabuk pengaman pada truk kelas berat seperti Ford Super Duty dan Ram 3500.

MALUKU — Selama ini, pikap tugas berat seperti Ford Super Duty, Chevrolet Silverado 3500HD, dan Ram 3500 bersembunyi di zona abu-abu regulasi federal AS. Berbeda dengan saudara ringannya—F-150 atau Ram 1500—mereka tidak diwajibkan memenuhi standar efisiensi bahan bakar maupun uji tabrak. Celah regulasi inilah yang kini coba ditutup oleh Insurance Institute for Highway Safety (IIHS).

IIHS, yang didanai industri asuransi, memiliki kepentingan langsung menekan angka klaim. Lembaga ini sudah terkenal dengan uji tabrak yang lebih ketat dari standar pemerintah NHTSA. Kini, mereka memperluas jerat ke kendaraan komersial kelas 3—kategori dengan bobot kotor kendaraan (GVWR) antara 4.536 hingga 6.350 kilogram.

Tiga Pikap Berat Detroit Jadi Kelinci Percobaan

Putaran pertama pengujian tidak melibatkan tabrakan fisik. IIHS fokus pada fitur paling dasar: sistem peringatan sabuk pengaman. Tiga pikap kelas 3 yang diuji adalah Chevrolet Silverado 3500HD 2026, Ford F-350 SuperCrew 2025, dan Ram 3500 2025. Selain itu, enam mobil van kargo juga ikut diuji, termasuk Ford Transit, Mercedes-Benz Sprinter, dan Rivian Delivery 500.

Standar IIHS lebih ketat dari aturan federal. Peringatan sabuk pengaman harus berupa lampu indikator dan bunyi yang terdengar jelas di atas kebisingan kabin. Lebih penting lagi, alarm harus berbunyi terus-menerus selama minimal 90 detik. Sebagai perbandingan, standar NHTSA hanya mewajibkan 4 hingga 8 detik.

Ram 3500 dan Ford Transit Gagal, Sabuk Pengaman Jadi Sorotan

Hasilnya? Dari sembilan kendaraan yang diuji, lima dinyatakan gagal. Ram 3500, Ford Transit, Mercedes-Benz Sprinter, Chevrolet Express, dan Rivian Delivery 500 tidak memenuhi kriteria peringatan sabuk pengaman IIHS. Lebih parah lagi, Chevrolet Express yang sudah berusia uzur juga kekurangan force limiter sabuk pengaman yang efektif.

"Peringatan yang terus-menerus meningkatkan penggunaan sabuk pengaman hingga 30 persen," demikian catatan IIHS dalam laporannya, mengutip studi internal mereka. Hal ini krusial karena pengemudi kendaraan komersial sering membuka sabuk saat berhenti untuk mengantar barang, lalu lupa mengenakannya kembali saat melaju.

Angka Kematian 6.535 Jiwa Jadi Alarm

IIHS tidak main-main. Pada 2023, sebanyak 6.535 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk menengah-berat atau van ringan. Angka ini setara 16 persen dari total korban jiwa di jalan raya AS tahun itu. Dengan program pengujian baru ini, IIHS berharap celah keselamatan antara kendaraan penumpang dan kendaraan komersial bisa dipersempit.

Ke depan, IIHS berencana memperluas pengujian ke fitur lain seperti lampu depan dan automatic emergency braking (AEB). Truk kelas 4 hingga 6 yang lebih besar juga akan masuk daftar. Bagi pemilik kendaraan niaga di Indonesia, hasil uji ini patut dicermati—banyak model yang sama juga beredar di pasar lokal, meski regulasi keselamatannya berbeda.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks