Pencarian

Buyback Saham BUMN seperti BRI, Telkom, dan Pertamina Jadi Sinyal Optimisme di Tengah Tekanan Pasar

Jumat, 12 Juni 2026 • 22:49:01 WIB
Buyback Saham BUMN seperti BRI, Telkom, dan Pertamina Jadi Sinyal Optimisme di Tengah Tekanan Pasar
Manajemen BUMN melakukan buyback saham sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek bisnis perusahaan.

MALUKU — Deni Krida Laksana menilai aksi buyback yang dilakukan manajemen BUMN merupakan instrumen pasar yang lazim ketika harga saham anjlok di bawah nilai wajarnya. “Ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek bisnis dan nilai fundamental perusahaan yang sesungguhnya,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, langkah ini bukan sekadar intervensi harga, melainkan cerminan optimisme terhadap masa depan ekonomi nasional. Ia menambahkan, proyek-proyek strategis nasional yang dikerjakan BUMN maupun swasta masih memiliki prospek jangka panjang yang didukung oleh kebutuhan pembangunan dalam negeri.

IHSG Mulai Pulih, Investor Diingatkan untuk Tidak Panik

Deni juga menyoroti penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir sebagai sinyal pemulihan kepercayaan pasar. Ia mengingatkan investor untuk tidak terjebak pada kepanikan sesaat dan tetap berorientasi pada nilai ekonomi jangka panjang.

“Pasar modal sangat dipengaruhi sentimen jangka pendek. Investor yang rasional akan melihat kinerja perusahaan, kemampuan menghasilkan laba, dan kualitas aset. Banyak emiten BUMN saat ini masih memiliki fundamental yang baik,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus memperkuat pandangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya menyebut fundamental BUMN dan perusahaan strategis tetap kuat. Deni menilai pernyataan tersebut harus menjadi perhatian investor, terutama di tengah volatilitas yang masih terjadi.

Transparansi dan Tata Kelola Jadi Kunci Keberhasilan Buyback

Meski mendukung aksi korporasi ini, Deni mengingatkan agar setiap buyback dilakukan secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola perusahaan yang baik (GCG) harus tetap dijaga agar manfaatnya dirasakan oleh perusahaan, investor, dan perekonomian nasional.

“DPP PUI meyakini pasar modal Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Momentum buyback ini bisa menjadi faktor yang memperkuat kepercayaan investor dan mendorong stabilitas pasar ke depan,” pungkas Deni.

Dengan konsumsi domestik yang besar, stabilitas sektor keuangan, dan program pembangunan berkelanjutan, Indonesia dinilai memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat untuk menghadapi gejolak global.

Bagikan
Sumber: fajarnusantara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks