Pencarian

Program Inkubasi Musik di Ambon Bongkar Mitos Bakat Alamiah, 10 Musisi Muda Maluku Unjuk Karya Eksperimental

Minggu, 26 Juli 2026 • 08:16:26 WIB
Program Inkubasi Musik di Ambon Bongkar Mitos Bakat Alamiah, 10 Musisi Muda Maluku Unjuk Karya Eksperimental

Sabtu malam, 25 Juli 2026, panggung Taman Budaya diguncang perpaduan suara vokal etnik, ritme darbuka, dan dentuman musik elektronik. Pertunjukan itu menjadi puncak dari rangkaian inkubasi kreatif yang membekali para peserta tidak hanya teknik bermusik, tetapi juga strategi produksi, promosi, dan penguatan identitas visual.

Mitos DNA Musikal Mulai Dipertanyakan

Selama ini, masyarakat Ambon kerap menganggap bakat musik sebagai DNA yang diwarisi begitu saja secara turun-temurun. Persepsi intuitif itu, menurut Lola Abrahams—vokalis grup etnik Kai Hulu dan salah satu peserta—membuat musisi lokal berproses tanpa memperhitungkan bagaimana sebuah karya diproduksi, dikelola, dan disampaikan agar berdampak nyata.

"Jujur, tadinya saya datang dengan perasaan kosong dan ragu. Selama ini ada stigma diri yang menghambat saya untuk tampil sendiri," aku Lola terus terang.

Ruang Pelatihan yang Membangun Kepercayaan Diri

Sepuluh peserta menjalani sesi intensif bersama para narasumber. Mereka belajar merangkai karya dengan struktur dan strategi matang: penulisan lirik terstruktur, strategi promosi, hingga elemen visual pendukung identitas musik. Dorongan mentor di ruang pelatihan menjadi pemicu keberanian baru bagi Lola untuk keluar dari zona nyamannya.

"Melalui proses ini, rasa percaya diri itu perlahan terbentuk. Ketika mendengarkan hasil karya sendiri, saya baru menyadari bahwa ternyata saya mampu," ujarnya.

Panggung Eksperimental yang Memukau

Atmosfer magis malam puncak dibuka oleh Ardelony Imlabla, akrab disapa Padel. Sejak petik suara pertama, ia seolah menarik semua orang masuk ke dalam dunianya. Aliran musik yang dibawakannya mungkin bukan jenis yang lazim di Ambon, namun ajaibnya, tak ada penonton yang merasa asing. Semua terhanyut. Padel berhasil membangun panggungnya dan memberi pintu masuk bagi petualangan nada malam itu.

Program inkubasi ini, menurut panitia, menjadi ruang pembuktian bagi talenta muda Maluku untuk menjinakkan keterbatasan infrastruktur lewat keberanian berkarya mandiri. Pertunjukan Sabtu malam itu membuktikan bahwa musik di Maluku tidak hanya lahir dari intuisi, tetapi juga dari proses terstruktur dan kolaborasi lintas disiplin.

Bagikan
Sumber: potretmaluku.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks