Pencarian

Rektor Unhas Tunjuk Eks Dirut BRI hingga Mantan Bos MRT Jakarta Jadi Penasihat Bisnis Kampus

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:10:01 WIB
Rektor Unhas Tunjuk Eks Dirut BRI hingga Mantan Bos MRT Jakarta Jadi Penasihat Bisnis Kampus
Rektor Unhas secara resmi mengangkat sembilan tokoh, termasuk mantan Direktur Utama BRI dan mantan Presiden Direktur MRT Jakarta, sebagai Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika.

MALUKU — Rektor Unhas menandatangani Keputusan Nomor 15820/UN4.1/KEP/2026 pada 26 Juli 2026, yang secara resmi mengangkat sembilan tokoh sebagai Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika. Mereka tidak akan mengurusi operasional harian, melainkan menjadi mitra strategis bagi direksi dalam menyusun arah bisnis dan memperkuat tata kelola perusahaan.

Komposisi Tim: Perpaduan Bankir, Bos BUMN, dan Pengusaha

Tim dipimpin oleh Dr. Hendra Noor Saleh, akademisi yang juga berpengalaman di dunia korporasi. Ia didampingi Anwar Mattawape sebagai sekretaris. Anggotanya mencakup empat kategori profesional: bankir nasional, CEO BUMN, pengusaha, dan tokoh media.

Dari sektor perbankan, ada Asmawi Syam—mantan Direktur Utama BRI yang kini menjabat Komisaris Independen BNI. Juga Iqbal Latanro, eks Direktur Utama BTN yang kemudian memimpin Taspen. Serta Muhammad Fankar Umran, bankir BRI selama 30 tahun yang terakhir menjabat Dirut Askrindo dan dikenal mendorong transformasi digital asuransi.

Sementara dari kubu BUMN, hadir Ir. H. Haedar A. Karim, mantan Dirut PT Nindya Karya (BUMN konstruksi), dan William P. Sabandar, mantan Presiden Direktur PT MRT Jakarta yang kini aktif di sektor transportasi dan infrastruktur. Keduanya alumni Unhas.

Fokus: Bukan Menjalankan Bisnis, Tapi Mengarahkan Strategi

“Tugas kami bukan menjalankan perusahaan, melainkan menjadi mitra strategis direksi,” ujar Hendra Noor Saleh dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, tim ingin memastikan setiap langkah bisnis memiliki arah jelas, tata kelola baik, dan manfaat nyata bagi kampus serta masyarakat.

Menurut Hendra, Unhas memiliki modal besar yang selama ini belum sepenuhnya diterjemahkan ke dalam kekuatan bisnis. “SDM unggul, riset kuat, jejaring alumni luas, dan reputasi akademik sangat baik. Semua itu perlu dikelola secara profesional dan kompetitif,” katanya.

Target Jangka Panjang: Jadi Model Bisnis Kampus Nasional

PT Hadin Metavisi Akademika diharapkan bisa menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi mengelola perusahaan secara profesional tanpa kehilangan akar akademiknya. Tim penasihat akan bekerja secara periodik, memberikan masukan untuk pengembangan usaha, dan memastikan holding bisnis ini tidak hanya untung, tapi juga berdampak pada pengembangan pendidikan tinggi.

Keputusan ini menandai langkah baru Unhas dalam mengelola aset dan potensi komersialnya. Dengan masuknya figur-figur yang pernah memimpin perusahaan negara berskala nasional, holding bisnis kampus ini diyakini punya pijakan kuat untuk tumbuh tanpa melupakan prinsip tata kelola yang baik.

Bagikan
Sumber: bukamatanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks