AMBON — Keterlibatan Kodim 1504/Ambon dalam TMMD ke-130 disebut Bodewin sebagai wujud kerja lintas sektor untuk mempercepat pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah pelosok Kota Ambon. Negeri Urimessing memiliki lima dusun: Tuni, Mahia, Kusu-Kusu Sereh, Siwang, dan Seri. Cakupan wilayah seluas itu, kata Bodewin, menuntut perhatian pembangunan berkelanjutan agar seluruh warga menikmati pelayanan publik dan infrastruktur yang lebih baik.
Hasil Pembangunan dalam Waktu Singkat
Bodewin menegaskan, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh antara prajurit TNI, pemerintah, dan warga dinilainya sama pentingnya. "Kerja sama lintas sektor menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan membutuhkan perhatian lebih," ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah tantangan geografis yang dihadapi sejumlah dusun di Urimessing. Wilayah dengan kontur berbukit dan akses terbatas membuat pembangunan infrastruktur dasar kerap tertinggal dibandingkan kawasan pusat kota Ambon.
Lima Dusun di Urimessing Butuh Pembangunan Berkelanjutan
Negeri Urimessing terdiri dari Dusun Tuni, Mahia, Kusu-Kusu Sereh, Siwang, dan Seri. Kelima dusun tersebar dengan jarak tempuh yang tidak seragam dari pusat pemerintahan negeri. Kondisi itu membuat pemerataan layanan publik dan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang tidak selesai dalam satu program.
Bodewin menyoroti hal tersebut sebagai alasan mengapa TMMD perlu dipandang sebagai titik awal, bukan akhir. Pemerintah Kota Ambon, menurutnya, akan melanjutkan pembangunan di kawasan itu secara bertahap dengan melibatkan pemerintah negeri dan masyarakat setempat.
Wasev Jadi Pengukur Capaian Program
Kegiatan Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-130 di Dusun Seri menjadi forum bagi pemerintah daerah dan Kodim 1504/Ambon untuk meninjau capaian program. Wasev lazim digunakan untuk memastikan sasaran fisik dan nonfisik TMMD berjalan sesuai rencana, sekaligus menampung masukan warga penerima manfaat.
Dalam forum itu, Bodewin menempatkan kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai kunci percepatan pembangunan di wilayah pelosok. Ia menilai pola kerja bersama tersebut layak diteruskan pada program-program berikutnya di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon dan Kodim 1504/Ambon belum merinci daftar sasaran pembangunan lanjutan di lima dusun Urimessing. Namun arah kebijakannya sudah ditegaskan: pemerataan pembangunan di kawasan pinggiran menjadi prioritas, dengan TMMD sebagai salah satu instrumen yang dinilai efektif menjangkau warga di pelosok.