JAKARTA — Pemerintah tidak lagi berhenti di pasokan bahan mentah atau setengah jadi. Lima komoditas masuk daftar prioritas: kelapa sawit, kelapa, rumput laut, sagu, dan nikel sebagai cetak biru yang sudah berjalan. Pengolahan diarahkan sampai barang jadi, bahkan membentuk ekosistem industri pendukung di sekitarnya.
Bagi Maluku, sorotan jatuh ke sagu. Sarmuji menyebut potensi sagu di Seram Bagian Timur melimpah dan pemerintah merencanakan kawasan industri khusus di sana. Rencana itu ditempatkan dalam kerangka pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.
Mengapa Nikel Dijadikan Contoh
Hilirisasi bijih nikel berkembang bertahap: dari bahan mentah menjadi produk antara, lalu komponen baterai, hingga kendaraan listrik. Dari pengalaman itu, pemerintah memakai empat indikator selain besarnya investasi, yakni peningkatan nilai tambah, kemampuan teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok.
Sawit menyusul sebagai prioritas berikutnya. Sarmuji menilai sawit beserta produk turunannya sebagai salah satu keunggulan Indonesia dibandingkan negara lain.
Kelapa dan Rumput Laut: Pasar Ekspor dan Warga Pesisir
Industri kelapa disebut mulai menunjukkan pertumbuhan. Produk olahan kelapa, termasuk susu kelapa, sudah menembus pasar luar negeri.
"Industri kelapa kita tumbuh dengan sangat baik, dan kita akan konsen juga pada industri kelapa kita," kata Sarmuji.
Rumput laut menjadi komoditas ketiga yang disorot. Bahan ini bisa diolah menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan, makanan, hingga minuman. Nilai tambahnya bukan satu-satunya alasan.
Sarmuji menilai pengembangan rumput laut berpotensi mengangkat masyarakat pesisir yang selama ini sulit mengakses sektor industri. Panjang garis pantai Indonesia disebut menjadi modal besar.
"Ini kalau dikembangkan, luasan lautan, pantai kita demikian panjang, pasti akan sangat besar manfaatnya bagi kehidupan masyarakat di pelosok-pelosok, di pesisir pantai yang selama ini tidak memiliki akses yang cukup baik untuk masuk sektor industri," ujarnya.
Sagu Seram Bagian Timur dan Arah Pemerataan
Kawasan industri khusus berbasis sagu di Seram Bagian Timur dinilai didukung potensi bahan baku yang melimpah. Sarmuji menegaskan rencana itu bagian dari upaya memperluas pembangunan, bukan sekadar menumbuhkan industri.
"Sagu kita melimpah. Di Seram Bagian Timur melimpah. Kita rencanakan ini menjadi satu kawasan industri khusus sagu," kata Sarmuji.
Dari sisi pelaku usaha, arah kebijakan ini membuka peluang investasi di sepanjang rantai nilai, dari pengolahan bahan baku hingga industri pendukung. Pemerintah berharap pengembangan industri berbasis potensi lokal menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.
Lima Komoditas Prioritas Hilirisasi
- Kelapa sawit dan produk turunannya
- Kelapa, termasuk susu kelapa yang sudah diekspor
- Rumput laut untuk kosmetik, obat-obatan, makanan, dan minuman
- Sagu di Seram Bagian Timur, Maluku, yang disiapkan jadi kawasan industri khusus
- Nikel sebagai cetak biru hilirisasi yang sudah berjalan