Pencarian

5 Wearable Tech Terbaik di IFA 2026: Cincin NFC hingga Pendant AI

Rabu, 09 September 2026 • 16:46:31 WIB
5 Wearable Tech Terbaik di IFA 2026: Cincin NFC hingga Pendant AI
Pengunjung mencoba Luna Band, pelacak kebugaran tanpa biaya langganan, di stan pameran IFA 2026 di Berlin, Jerman.

MALUKU — Pekan lalu, ajang IFA 2026 di Berlin, Jerman, menjadi saksi lahirnya berbagai inovasi perangkat yang dikenakan di tubuh (wearable). Bukan cuma soal pelacak kebugaran biasa, sejumlah produk anyar mencoba menjawab kebutuhan pengguna yang lebih spesifik, mulai dari privasi data tanpa langganan hingga cara baru mendokumentasikan momen. Kami merangkum lima perangkat yang paling mengesankan saat dijajal langsung di lokasi pameran.

Luna Band: Pelacak Kebugaran Tanpa Biaya Langganan

Luna Band adalah gelang kebugaran tanpa layar yang mencoba menyaingi popularitas Whoop 5.0. Dibanderol USD 149 (sekitar Rp 2,4 juta), posisinya pas di antara Garmin Cirqa (USD 199) dan Fitbit Air (USD 99).

Keunggulan utamanya jelas: semua fitur dan rekomendasi AI bisa diakses tanpa membayar biaya langganan bulanan. Berbeda dengan Garmin dan Fitbit yang mengunci analisis mendalam di balik paywall, aplikasi Luna lebih fokus memberikan saran teks yang mudah dipahami berdasarkan tren data dan tujuan pribadi pengguna, bukan sekadar menampilkan grafik dan metrik yang rumit.

Circular Ring 3: Cincin Pintar dengan NFC untuk Bayar

Circular kembali mengejutkan pasar dengan merilis dua varian anyar, yakni Ring 3 Pro dan Ring 3 Slim. Kehadiran produk ini sekaligus menjawab kekurangan pendahulunya yang sempat terhambat aplikasi yang bermasalah.

Fitur pembeda utamanya ada pada dukungan NFC di bodi cincin. Pengguna bisa melakukan pembayaran cukup dengan menyentuhkan jari ke mesin EDC. Ada pula getaran haptic untuk notifikasi dan alarm. Khusus Ring 3 Pro, terdapat fitur pemantau tren tekanan darah yang menjanjikan dan akan diuji saat perangkat mulai dikirim musim dingin nanti. Seluruh varian ini juga bebas biaya langganan, nilai plus besar dibanding Oura Ring 5.

Moto Watch Ultra: Smartwatch LTE Perdana dengan Layar Premium

Motorola resmi memasuki segmen smartwatch kelas atas lewat Moto Watch Ultra. Perangkat ini adalah jam tangan LTE pertama dari merek tersebut dan dirancang untuk bersaing langsung dengan Samsung Galaxy Watch 9 dan Google Pixel Watch 5.

Dengan harga mulai USD 349 (sekitar Rp 5,7 juta), Moto Watch Ultra dibanderol lebih murah dari dua kompetitornya. Sistem operasi Wear OS yang digunakan menawarkan pengalaman bebas bug, sementara sektor kesehatan dan kebugaran ditangani berkat kerja sama dengan Polar. Bodi berbahan baja tahan karat yang disikat juga memberi kesan premium. Perangkat ini mulai tersedia 10 September mendatang melalui situs resmi Motorola dan Amazon.

Odyss N1: Pendant AI yang Mencatat Asupan Makanan Otomatis

Odyss N1 hadir dengan konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Berbentuk liontin logam kecil dengan kamera dan sensor gerak internal, perangkat ini dirancang untuk mencatat semua makanan dan minuman yang Anda konsumsi secara otomatis.

Masih berstatus konsep, Odyss N1 diklaim membutuhkan waktu beberapa minggu untuk kalibrasi dan mempelajari kebiasaan makan pengguna. Selama periode itu, pengguna disarankan mengoreksi secara manual agar algoritma AI-nya makin akurat. Perangkat ini tetap membutuhkan wearable lain untuk pelacakan tidur dan olahraga, dan belum ada kepastian tanggal rilisnya.

iKairos: "Memori Kedua" dengan Kamera dan AI

iKairos mungkin terlihat seperti liontin bundar dengan mata kartun yang lucu. Namun di balik penampilannya, tersimpan ambisi untuk menjadi "memori kedua" bagi pemakainya. Ada mikrofon untuk merekam catatan dan pengingat, serta kamera yang bisa digeser untuk mengabadikan momen.

Berbeda dari kamera biasa, iKairos tidak menyimpan foto atau video. Momen yang terekam justru diubah menjadi gambar aneh yang dihasilkan AI. Perangkat ini masih berupa konsep dan bisa diletakkan di dock pengisian daya untuk berfungsi sebagai asisten meja. Belum ada informasi mengenai kapan atau apakah perangkat ini akan dipasarkan secara resmi.

Dari kelima perangkat di atas, Luna Band dan Circular Ring 3 tampaknya paling siap bersaing di pasar ritel. Sementara Odyss N1 dan iKairos masih menawarkan konsep yang menarik untuk dicermati perkembangannya. Bagi pengguna di Indonesia, Circular Ring 3 dengan fitur NFC dan tanpa langganan bisa menjadi alternatif menarik, mengingat fitur pembayaran nirsentuh semakin umum digunakan di dalam negeri.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Cincin pint?
r apa yang bisa dipakai untuk pembayaran NFC? A: Circular Ring 3 Pro dan Ring 3 Slim adalah cincin pintar dengan dukungan NFC untuk pembayaran dengan menyentuhkan jari ke mesin EDC. Kedua varian ini juga bebas biaya langganan.

Follow kabartual.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks