MALUKU — Data terbaru dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dirilis pekan lalu menunjukkan transisi energi di AS terus berakselerasi, terlepas dari kebijakan pemerintahan Trump. Laporan bulanan EIA, yang dikaji oleh SUN DAY Campaign, mencatat bahwa pembangkitan listrik dari energi terbarukan pada empat bulan pertama 2026 tumbuh 10,03% secara tahunan.
Tenaga Surya dan Angin Kian Mendominasi
Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh pembangkit surya skala utilitas (di atas 1 megawatt) yang melonjak 21,3%, disusul pembangkit hidro (15,7%), surya atap skala kecil (11,9%), dan angin (3,4%). Kombinasi tenaga surya dan angin kini menyumbang 21,8% dari total produksi listrik domestik AS.
Pada April 2026 saja, produksi listrik dari tenaga surya dan angin masing-masing berhasil melampaui batu bara. Gabungan keduanya bahkan menghasilkan 57,0% lebih banyak listrik dibanding pembangkit nuklir. Sebagai perbandingan, pembangkit batu bara AS justru turun 11,6% secara tahunan.
Kapasitas Terpasang Tumbuh 40.000 MW dalam Setahun
Antara Mei 2025 hingga April 2026, total kapasitas energi terbarukan bertambah 39.884,2 MW. Penambahan terbesar berasal dari surya skala utilitas (27.572,3 MW), disusul surya atap (6.492,2 MW), dan angin (5.976,4 MW).
Tonggak sejarah tercapai pada April 2026 ketika kapasitas surya skala utilitas (160.208,1 MW) untuk pertama kalinya melampaui kapasitas angin (160.100,6 MW). Di sisi lain, kapasitas penyimpanan baterai skala utilitas melesat 58,1% atau setara 17.703,5 MW, sementara nuklir hanya bertambah 18,4 MW.
Proyeksi 2027: Energi Terbarukan Siap Salip Gas Alam
EIA memproyeksikan pangsa energi terbarukan terhadap total kapasitas pembangkit skala utilitas AS akan naik dari 33,8% menjadi 36,8% pada April 2027. Dalam 12 bulan ke depan, diperkirakan akan ada tambahan kapasitas surya skala utilitas sebesar 42.527,2 MW dan angin sebesar 13.154,4 MW—termasuk 3.355 MW dari angin lepas pantai.
Jika ditambah proyeksi pertumbuhan surya atap sekitar 6.000 MW, total kapasitas energi terbarukan diperkirakan mencapai 537.606,9 MW pada Mei 2027. Angka tersebut berpotensi melampaui kapasitas pembangkit gas alam yang diproyeksikan sebesar 515.744,9 MW. Pangsa tenaga surya sendiri diprediksi mencapai 20,1% dari total kapasitas AS.
Penyimpanan Baterai juga Ikut Melonjak
EIA juga memperkirakan kapasitas penyimpanan baterai akan bertambah 22.828,9 MW pada Mei 2027, naik 47% menjadi total 71.007,4 MW. Secara kumulatif, energi terbarukan dan baterai bakal menyumbang hampir 85.000 MW kapasitas bersih baru pada musim semi 2027.
Ken Bossong, direktur eksekutif SUN DAY Campaign, menanggapi data ini dengan nada sinis terhadap kebijakan energi AS saat ini. "Pertumbuhan tenaga surya, angin, dan baterai terus berakselerasi. Trump tampaknya tidak lebih berhasil menghentikan pertumbuhan energi terbarukan dibanding perbaikannya terhadap Kolam Refleksi Lincoln Memorial," ujarnya dalam pernyataan resmi.