MALUKU — Peningkatan volume pembelian Biosolar dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang di sejumlah SPBU Maros, terutama yang berada di jalur utama distribusi barang. Kondisi ini mendorong Pertamina untuk memperkuat distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
Tambahan 48 Kiloliter untuk Delapan SPBU
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengungkapkan penyaluran Biosolar ke Maros telah dinaikkan sekitar 14 persen dari rata-rata harian normal yang mencapai 212 kiloliter per hari. “Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga.
Pertamina juga mengirimkan pasokan tambahan atau extradropping sebanyak 48 kiloliter ke delapan SPBU. Selain itu, petugas marshal disiagakan di lokasi-lokasi yang mengalami antrean untuk mengatur proses pengisian agar lebih tertib.
Percepatan Distribusi dan Pengawasan Ketat
Tidak hanya menambah pasokan, Pertamina mempercepat distribusi ke SPBU-SPBU strategis di jalur logistik dan lintas Sulawesi. Perusahaan juga akan membangun stok atau build up stock di sejumlah SPBU prioritas selama lima hari ke depan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Pertamina berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik pengisian kendaraan logistik. Langkah ini agar distribusi kendaraan ke SPBU lebih merata dan tidak terpusat di satu lokasi. Pengawasan distribusi Biosolar subsidi juga diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan di Sulawesi Selatan.
Stok Aman, Masyarakat Diimbau Bijak
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan stok Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan saat ini aman. “Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” kata Lilik.
Ia mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi untuk membeli sesuai kebutuhan dan memanfaatkan BBM subsidi secara bijak. “Dengan penggunaan yang tepat, distribusi energi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang berhak menerima manfaatnya,” ujarnya.
Melalui penguatan distribusi ini, Pertamina berharap kebutuhan energi di Maros dan Sulawesi Selatan tetap terpenuhi, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan distribusi barang di jalur Trans Sulawesi.