Pencarian

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sektor Maritim Maluku dan Evaluasi Serapan APBD yang Masih Rendah

Jumat, 05 Juni 2026 • 17:01:31 WIB
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sektor Maritim Maluku dan Evaluasi Serapan APBD yang Masih Rendah
Wamendagri Ribka Haluk mendorong percepatan serapan APBD Maluku untuk menggerakkan ekonomi daerah.

AMBON — Pemerintah pusat menekankan pentingnya percepatan serapan anggaran daerah di Maluku yang dinilai belum optimal. Wamendagri Ribka Haluk, dalam kunjungan kerjanya ke Ambon, Jumat, meminta agar realisasi APBD terus dipacu memasuki bulan Juni.

"Kemendagri siap memberikan pendampingan penuh agar serapan anggaran berjalan optimal dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," ujar Ribka dalam pertemuan bersama Pemerintah Provinsi Maluku.

Di sisi lain, potensi besar Maluku di sektor maritim menjadi sorotan utama. Ribka menilai kekayaan laut, baik di atas maupun di bawah permukaan, harus dikelola secara optimal untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga.

Potensi Mutiara hingga Perikanan Tangkap Jadi Prioritas

Wamendagri menyebut komoditas bernilai tinggi seperti mutiara hingga perikanan tangkap dan budidaya kelautan perlu terus dikembangkan. "Kami melihat Maluku memiliki potensi yang sangat besar, terutama di sektor maritim," katanya.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya penurunan angka kemiskinan ekstrem dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Maluku mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada 2025, naik tipis dari 5,34 persen pada tahun sebelumnya.

60 dari 68 Indikator PSN Telah Terealisasi

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melaporkan bahwa dari 68 indikator PSN yang menjadi target pusat, daerah telah merealisasikan 60 indikator atau sekitar 88 persen. Capaian ini meliputi program pengentasan kemiskinan ekstrem, pembangunan rumah rakyat, dan penyaluran cadangan beras pemerintah.

"Ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program pembangunan nasional," kata Hendrik.

Program Makan Bergizi Gratis, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peningkatan akses pendidikan, hingga pembentukan koperasi di 1.235 desa dan kelurahan juga termasuk dalam capaian tersebut. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 15,78 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen pada 2025.

Blok Masela hingga Bendungan Wayapu Jadi Proyek Unggulan

Dalam pertemuan itu, Gubernur meminta dukungan Kemendagri untuk mempercepat tiga proyek strategis yang dinilai mampu menjadi pengungkit ekonomi Maluku. Pertama, pembangunan Maluku Integrated Port sebagai bagian dari pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu.

Kedua, percepatan pengembangan proyek gas abadi Blok Masela. Ketiga, penyelesaian pembangunan Bendungan Wayapu. Menurut Hendrik, keberhasilan proyek-proyek ini akan memperkuat posisi Maluku sebagai wilayah kepulauan yang mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi maritim nasional.

Kunjungan Wamendagri diharapkan memperkuat kolaborasi pusat-daerah dalam mewujudkan Maluku sebagai poros maritim Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks