Pencarian

Krafton Bayar Bonus Rp 4 Triliun ke Pengembang Subnautica 2 Setelah Gugatan Hukum Berbulan-Bulan

Jumat, 29 Mei 2026 • 20:37:01 WIB
Krafton Bayar Bonus Rp 4 Triliun ke Pengembang Subnautica 2 Setelah Gugatan Hukum Berbulan-Bulan
Krafton membayar bonus sebesar Rp 4 triliun kepada pengembang Subnautica 2 setelah sengketa hukum.

Kabar ini pertama kali diungkap oleh Korean Economic Daily dan dikonfirmasi oleh IGN. Berdasarkan laporan tersebut, Krafton harus membayar $3,12 untuk setiap $1 pendapatan yang dihasilkan Unknown Worlds, dengan total maksimal $250 juta. Ambang batasnya: pendapatan bulanan di atas $69,8 juta — dan Subnautica 2 berhasil menembusnya dalam hitungan pekan setelah rilis.

Bukan Sekadar Bonus, Tapi Sengketa yang Hampir Menggagalkan Game

Persoalan ini bermula saat Krafton mengakuisisi Unknown Worlds pada 2021. Sebagai bagian dari kesepakatan, Krafton menjanjikan bonus earnout jika Subnautica 2 mencapai target pendapatan tertentu. Namun ketika game tersebut mendekati rilis, Krafton justru memecat sejumlah petinggi studio — termasuk dua pendiri, Charlie Cleveland dan Max McGuire, serta CEO Ted Gill.

Unknown Worlds menuding Krafton sengaja menunda perilisan game agar target bonus tak pernah tercapai. Mereka menggugat pada pertengahan 2024. Hakim yang menangani kasus ini sebagian mengabulkan gugatan pengembang. Salah satu fakta yang mencuat di persidangan: CEO Krafton disebut menggunakan ChatGPT untuk membantu menyusun strategi hukum perusahaan.

Game Laris, Bonus Cair — Tapi Kepercayaan Sudah Luntur

Subnautica 2 dirilis dan langsung menjadi fenomena. Lebih dari 1 juta kopi terjual dalam waktu singkat. Game ini juga masuk Xbox Game Pass sejak hari pertama, memperluas basis pemain secara eksponensial. Lonjakan pendapatan inilah yang akhirnya memicu klausul earnout dalam kontrak akuisisi.

“Ini akhir yang bahagia untuk kisah yang sangat aneh,” tulis Adam, jurnalis Windows Central yang meliput kasus ini sejak awal. “Senang melihat game yang saya tahu bagus akhirnya memberi hasil yang layak bagi pengembangnya.”

Apa yang Bisa Dipelajari dari Kasus Ini?

Bagi pengembang game independen yang bermimpi diakuisisi publisher besar, kasus Subnautica 2 menjadi pengingat pahit: kontrak bonus berbasis kinerja bisa jadi jebakan jika tidak dirancang dengan ketat. Unknown Worlds beruntung karena game mereka benar-benar laris — tapi proses hukum yang harus mereka tempuh memakan waktu, biaya, dan energi yang tidak sedikit.

Di sisi lain, Krafton — yang kini memposisikan diri sebagai perusahaan yang mengutamakan AI — harus menelan pil pahit. Pembayaran $250 juta ini jelas bukan angka yang sepele, bahkan untuk publisher sebesar mereka. Apalagi reputasi mereka di mata komunitas pengembang game independen kemungkinan besar akan tercoreng dalam waktu lama.

Subnautica 2 sendiri masih memiliki masa depan cerah. Dengan basis pemain yang solid dan dukungan penuh dari tim pengembang yang kini kembali fokus pada game, bukan pengadilan, para penggemar bisa berharap konten-konten baru akan segera hadir.

Bagikan
Sumber: windowscentral.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks