Pencarian

PSSI Diminta Percepat Naturalisasi Luke Vickery dan Dean Zandbergen untuk Piala Asia 2027

Selasa, 19 Mei 2026 • 04:17:01 WIB
PSSI Diminta Percepat Naturalisasi Luke Vickery dan Dean Zandbergen untuk Piala Asia 2027
Ronny Pangemanan menekankan percepatan naturalisasi Luke Vickery dan Dean Zandbergen untuk Piala Asia 2027.

MALUKU — Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Ropan, menekankan urgensi penambahan amunisi di sektor penyerang. Ia menyoroti perbedaan profil kedua pemain yang bisa saling melengkapi skuad Garuda.

"Luke Vickery ini kan bukan murni sebagai nomor 9. Artinya, dia sama seperti Ole Romeny-lah. Bisa bermain sebagai nomor 10 dan bisa bergeser ke winger," ujar Ropan melalui kanal YouTube ITSMe.

Dean Zandbergen: Target Nomor 9 Murni yang Dibutuhkan

Berbeda dengan Vickery, Dean Zandbergen disebut sebagai striker murni. Pemain VVV-Venlo yang memiliki tinggi 188 sentimeter itu dinilai ideal sebagai pembunuh di kotak penalti lawan.

"Tapi kalau Dean Zandbergen benar-benar adalah pemain nomor 9. Nah, kita perlu mendapatkan itu. Kalau dia bisa datang, bagus di depan. Karena kita sudah punya pemain yang sekarang lagi pemulihan, Miliano Jonathans," imbuh Ropan.

Vickery, yang masih berusia 20 tahun, saat ini bermain untuk Macarthur FC di Australia. Ia berdarah Medan dan bisa beroperasi sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap. Sementara Zandbergen, 24 tahun, berdarah Depok dan diharapkan menjadi opsi utama di lini depan.

Lini Tengah Juga Butuh Regenerasi Cepat

Selain lini depan, Ropan menyoroti kebutuhan mendesak di sektor tengah. Usia Thom Haye dan Joey Pelupessy yang sudah di atas 30 tahun harus diantisipasi dengan mencari pengganti sejak sekarang.

"Atau kita bisa mendapatkan satu gelandang lagi karena kita harus mengantisipasi dengan usia Thom Haye yang sudah mulai melambat. Thom Haye dan Joey Pelupessy kan sudah di atas 30 tahun semua. Harus mencari gelandang-gelandang yang bagus," tutur Ropan.

Ia menambahkan, Nathan Tjoe-A-On bisa didorong ke posisi gelandang, tetapi tetap perlu pemain yang bisa mengatur ritme permainan. Jordy Wehrmann disebut sebagai salah satu alternatif potensial.

Waktu Masih Ada, tapi Harus Dikejar

Menurut Ropan, proses naturalisasi sebenarnya bisa rampung dalam waktu satu bulan. Dengan target Piala Asia 2027 yang masih berlangsung tahun depan, peluang itu masih terbuka lebar.

"Kalau dari saat ini ke tahun depan Januari, bisalah dikebut. Naturalisasi itu satu bulan juga bisa sebenarnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah Piala AFF, Timnas akan menghadapi FIFA ASEAN Cup pada September-Oktober. Agenda itu masuk kalender FIFA sehingga seluruh klub Eropa wajib melepas pemainnya, termasuk untuk Indonesia.

"Habis Piala AFF, kita sudah menghadapi FIFA ASEAN Cup September - Oktober. Itu kan agenda FIFA. Harus pemain-pemain yang bagus. Diizinkan semua klub di Eropa untuk memperkuat negara masing-masing. Termasuk Indonesia," pungkas Ropan.

Bagikan
Sumber: bola.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks