Pencarian

Pangdam Pattimura Teken Kontrak Cetak Sawah 1.454 Hektar di Maluku, Seram Bagian Timur Dapat Jatah Terbesar

Kamis, 14 Mei 2026 • 13:25:10 WIB
Pangdam Pattimura Teken Kontrak Cetak Sawah 1.454 Hektar di Maluku, Seram Bagian Timur Dapat Jatah Terbesar
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto menandatangani kontrak cetak sawah seluas 1.454 hektar di Maluku.

AMBON — Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, menandatangani Kontrak Konstruksi Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian. Acara berlangsung di Ballroom Hotel The Margo, Depok, Rabu (13/5/2026).

Dalam kontrak tersebut, Kodam XV/Pattimura dipercaya menggarap lahan seluas 1.454 hektar yang tersebar di 11 titik. Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yakni 1.362 hektar di sembilan desa. Sementara itu, Kabupaten Maluku Tengah mendapat jatah 92 hektar di dua desa.

Mengapa TNI Turun Tangan ke Sektor Pertanian?

Kehadiran TNI dalam program cetak sawah ini bukan sekadar proyek fisik. Pangdam Dodi menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal.

"Program cetak sawah ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan janji kami untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Kami ingin memastikan tanah Maluku yang subur ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Pangdam dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa TNI akan mengawal proses ini dengan penuh integritas agar setiap jengkal tanah yang dicetak mampu melahirkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Bumi Raja-Raja.

Sinergi Pusat-Daerah-TNI untuk Hadapi Krisis Pangan

Penandatanganan kontrak ini juga dihadiri oleh Bupati Maluku Tengah dan jajaran pejabat Kodam Pattimura. Sebelum penandatanganan, Irjen Kementerian Pertanian memberikan pengarahan yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI dalam menghadapi tantangan pangan global.

Melalui kerja sama ini, TNI menunjukkan peran ganda sebagai pelindung sekaligus pembangun. Masyarakat Maluku diharapkan tidak lagi hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor utama yang merasakan langsung dampak positif dari perubahan lahan tidur menjadi sawah produktif.

Langkah ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam memperjuangkan nasib rakyat kecil, khususnya di sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar bangsa.

Bagikan
Sumber: terasmaluku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks