MASOHI — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melakukan penyegaran besar-besaran di tingkat pimpinan satuan pendidikan. Sebanyak 43 kepala sekolah baru resmi mengemban tugas untuk memperkuat mutu pendidikan di tingkat akar rumput, mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, usai memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Kantor Bupati. Momentum ini menandai transisi penting bagi sistem pendidikan daerah yang kini mulai beralih ke arah digitalisasi dan penguatan karakter siswa.
Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar formalitas birokrasi. Langkah tersebut diambil guna memastikan regenerasi berjalan optimal sekaligus mendorong akselerasi mutu sekolah yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
Fokus Digitalisasi dan Peningkatan Kesejahteraan Guru
Dalam arahannya, Bupati memaparkan visi besar transformasi pendidikan yang selaras dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu prioritas utama adalah revitalisasi fasilitas sekolah dengan dukungan teknologi mutakhir.
Pemerintah daerah berencana melengkapi setiap satuan pendidikan dengan papan interaktif digital. Langkah ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan interaktif bagi siswa. Namun, infrastruktur digital tersebut juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Contahnya, seperti kecerdasan buatan (AI) dan coding, hingga penyaluran tunjangan sertifikasi yang kini dilakukan rutin setiap bulan,” papar Bupati mengenai program pelatihan teknologi dan skema kesejahteraan guru yang sedang berjalan.
Selain pelatihan teknologi, Pemkab Malteng juga memberikan perhatian pada guru yang belum meraih gelar sarjana. Program beasiswa disiapkan agar para pendidik memiliki kualifikasi akademik yang mumpuni, sehingga standar kualitas pengajaran di Maluku Tengah tetap terjaga.
Program Makan Bergizi Gratis dan Penguatan Karakter
Aspek kesehatan dan karakter siswa juga menjadi sorotan dalam kebijakan pendidikan terbaru. Pemkab Malteng mulai mengintegrasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membentuk generasi unggul.
Upaya ini didukung dengan penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan sekolah. Menurut Bupati, penguatan literasi dan numerasi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) akan menjadi indikator utama dalam mengevaluasi mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” kata Bupati saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Prinsip 3M untuk Tenaga Pendidik
Menutup rangkaian agenda Hardiknas, Bupati menitipkan pesan khusus bagi para kepala sekolah yang baru dilantik dan seluruh tenaga pendidik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar kebijakan yang telah disusun dapat menyentuh setiap lapisan warga secara inklusif.
Zulkarnain meminta para guru memegang teguh prinsip 3M sebagai fondasi dalam bekerja di lapangan. Tanpa integritas dan pola pikir yang tepat, transformasi pendidikan sulit untuk diwujudkan secara berkelanjutan.
“Kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa Mindset yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Mari kita perkuat kolaborasi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat Maluku Tengah,” tandasnya.
Upacara dan prosesi pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Maluku Tengah, para asisten, pejabat eselon, serta perwakilan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Masohi dan sekitarnya.