MALUKU — OpenAI merilis National Community Compact yang menjanjikan perlindungan sumber daya lokal dan transparansi operasional data center miliknya. Langkah tersebut muncul setelah warga Amerika Serikat meloloskan 39 kebijakan pembatasan data center dalam pemungutan suara pekan ini. Komitmen ini menyasar kekhawatiran soal lonjakan tarif listrik dan konsumsi air di sekitar fasilitas.
Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI menerbitkan dua dokumen kebijakan sekaligus, yakni National Community Compact dan Compute Campus Policy Blueprint. Dokumen pertama memuat janji perusahaan soal apa yang bisa diharapkan warga dari fasilitas data center yang dibangun di daerah mereka. Dokumen kedua mengusulkan kerangka kebijakan agar komunitas punya suara dan terlindungi dari biaya baru akibat pembangunan fasilitas.
OpenAI menyatakan pembaruan kebijakan tersebut sudah disiapkan selama berbulan-bulan dan telah direncanakan sebelum hasil pemilu keluar. Klaim itu disampaikan kepada Bloomberg sebagai bantahan atas anggapan bahwa langkah perusahaan merupakan respons langsung terhadap hasil pemungutan suara.
Listrik Warga Tidak Ikut Naik
OpenAI kembali menegaskan komitmennya agar operasional data center tidak memengaruhi biaya listrik masyarakat sekitar. Perusahaan berjanji membayar penuh biaya listrik yang dipakai, termasuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang dibutuhkan penyedia daya untuk melayani fasilitas mereka.
Kekhawatiran utama warga selama ini adalah penyedia listrik membebankan biaya peningkatan infrastruktur dan lonjakan konsumsi daya ke pelanggan rumah tangga serta pelaku usaha lokal. Janji pembayaran penuh tersebut menjadi poin yang paling disorot dalam pengumuman resmi OpenAI.
Strategi Air dan Pendinginan Tertutup
Perusahaan juga berkomitmen melindungi sumber daya lokal dengan menyusun rencana air untuk setiap komunitas tempat fasilitas dibangun. Prioritas diberikan pada pendinginan tertutup atau low-water cooling, di mana air bersirkulasi dalam sirkuit tersegel untuk menyerap dan membuang panas tanpa ikut terpakai.
Sistem itu membuat perusahaan tidak perlu terus-menerus mengisi ulang kandungan air di dalam sistem. Bagi daerah yang selama ini khawatir debit air tanah tersedot fasilitas teknologi, skema pendinginan tertutup menjadi pembeda dibanding operasional data center konvensional.
Transparansi dan Larangan NDA untuk Pejabat
OpenAI menjanjikan keterbukaan data konsumsi air dan listrik untuk setiap lokasi fasilitas. Perusahaan menyatakan tidak akan menandatangani perjanjian kerahasiaan atau non-disclosure agreement dengan pejabat publik terkait operasional data center.
Komitmen terakhir menyangkut lapangan kerja. OpenAI menyebut akan menciptakan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal dan pelaku usaha di sekitar wilayah pembangunan, meski rincian jumlah dan skema rekrutmennya belum diungkap.
Tekanan Politik Setelah 39 Kebijakan Pembatasan
Data Centers on the Ballot mencatat warga Amerika Serikat meloloskan 39 kebijakan yang membatasi data center dalam berbagai bentuk pada pemungutan suara pekan ini. Sejumlah kandidat Partai Demokrat yang vokal mengkritik ekspansi AI juga memenangkan kursi, dengan agenda mengusulkan regulasi federal untuk mengendalikan aktivitas data center.
Hasil tersebut menunjukkan tuntutan publik terhadap pengawasan fasilitas data center semakin kuat. Bagi pasar Indonesia, dinamika ini relevan karena gelombang pembangunan data center AI juga mulai masuk ke kawasan seperti Batam dan Jabodetabek, sehingga skema transparansi serupa berpotensi menjadi acuan regulator lokal.
Komitmen OpenAI paling relevan bagi pemerintah daerah dan warga yang berada di sekitar calon lokasi pembangunan fasilitas komputasi. Bagi pengguna layanan AI sehari-hari, kebijakan ini tidak mengubah fitur produk, tetapi menentukan seberapa besar beban lingkungan dan biaya energi yang ditanggung daerah tempat model AI dijalankan.